Ilustrasi

batampos.co.id – Bareskrim Polri menangkap seorang terduga pelaku pembuat hoax berinisial EE, 48, Selasa (9/1). Dia diduga membuat tulisan palsu yang mengandung unsur penghinaan terkait Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Motifnya, diduga EE menganggap ada kriminalisasi terhadap ulama.

Dalam hoax tersebut pelaku berakun Iwan Laoet menulis sebuah pernyataan yang seakan-akan diungkapkan Kapolri. ”Tito: Insyaallah kedepan publik lebih percaya polri daripada ulama.”

Kanit II Subdit Dittipid Siber AKBP Irwansyah menjelaskan, hoax yang dibuat pelaku itu semacam screenshot sebuah berita online.

”Seakan-akan dibuat sebuah berita semacam itu untuk menghasut,” jelasnya ditemui di kantor Dittipid Siber kemarin. Hoax tersebut disebar pelaku melalui dua media. Halaman Facebook-nya dan sebuah grup yang beranggotakan 50 ribu follower.

”Namun pelaku tidak ditahan karena ancaman hukumannya di bawah lima tahun,” paparnya.

Hoax yang dibuat pelaku mengandung pengertian yang bisa mengadu domba. Maka, Dittipid Siber langsung bergerak, namun dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan ahli.

”Ahli menyatakan bahwa unsurnya memenuhi, kami langsung kejar pelaku,” paparnya.

Untuk motifnya, pelaku yang berprofesi sebagai mekanik listrik itu mengaku membuat hoax tersebut karena menganggap Polri melakukan kriminalisasi terhadap ulama. Karena itu, dibuatlah hoax sebagai serangan terhadap Polri.

”Di alam pikirannya menganggap ada kriminalisasi,” jelasnya.

Postingan di grup itu juga mendapat beragam komentar negatif. Hal tersebut juga menjadi perhatian penyidik.

”Kami lihat ke depan bagaimananya. Yang jelas komentar itu sangat menyudutkan,” tambahnya.

Menurut dia, penyidik masih terus mengumpulkan barang bukti. Ada sebuah laptop yang saat ini sedang dalam analisis untuk mengetahui bagaimana track record pelaku.

”Ada juga sebuah handphone yang disita dari pelaku. Sementara baru satu hoax saja yang dibuatnya,” paparnya.

Bagaimana latar belakang pelaku? Dia menjelaskan, pelaku merupakan alumi aksi demonstrasi yang pernah terjadi beberapa waktu lalu. Namun, bukan sebagai pengurus, hanya simpatisan biasa.

”Kami harap pengguna media sosial bisa lebih bijaksana dalam menggunakannya,” terangnya. (idr/oki/jpg)

Advertisement
loading...