Iklan

batampos.co.id – Tak perlu anggaran besar untuk membangun destinasi wisata baru, cukup hanya mengoptimalkan aset yang ada. Hal tersebut dilakukan BP Batam dalam membangun destinasi wisata baru di Tanjungriau Sekupang, Tanjungriau Fisherism.

Iklan

“Tanah seluas 3,4 hektare disana merupakan aset BP Batam yang dirubah jadi wisata perikanan dan juga untuk menjadi sarana edukasi. Dan nantinya akan dikembangkan bermacam-macam atraksi disana,” kata Kasubdit Pemanfaatan Sarana Direktorat Pemanfaatan Aset, Irfan Widyasa di Gedung Marketing BP Batam, Kamis (11/1).

Tanjungriau Fisherism telah dikembangkan sejak November tahun lalu dan akan dibuka pada Maret nanti. Kawasan wisata ini dikembangkan dalam beberapa tahapan dan untuk tahap pertama yang akan dibuka adalah taman labirin, kolam refleksi dan Museum Jembatan Barelang.

Anggaran untuk tahap pertama tidaklah fantastis, hanya sekitar Rp 600 juta.”Dalam pembangunannya kami banyak manfaatkan barang bekas logistik milik BP Batam. Contoh besi pagar. Jadi sekarang teman-teman banyak kerja bakti disana,” tambah Irfan.

Secara geografis, Tanjungriau Fisherism berlokasi setengah di darat dan setengah di laut dan dikhususkan untuk wisata perikanan. Makanya dalam tahapan berikutnya BP Batam akan membangunan area pemancingan, area pembibitan ikan dan kolam tangkap ikan.

Dan secara keseluruhan, selain wahana yang sudah disebutkan sebelumnya, BP Batam akan menempatkan wahana lainnya seperti Agro Souvenir, area hidroponik, area taman rumput, arena perang bantal, homestay, taman bunga dan mini wall climbing.

“Jadi kawasan ini juga akan menjadi rumah bagi pecinta ikan hias di Kepri,” ujarnya lagi.

Selain menjadi wisata perikanan, Tanjungriau Fisherism juga akan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat Batam, khususnya pelajar.

“Di museum nanti, akan ada maket jembatan yang dapat menjadi sarana edukasi bagi pelajar,” paparnya.

Disamping itu, area Agro Souvenir merupakan kawasan yang dimanfaatkan sebagai tempat masyarakat pelaku usaha kecil menengah untuk berjualan.

“Tapi tentu saja nanti akan kami bina terlebih dahulu,” ungkapnya.

BP Batam juga akan menjalin kerjasama dengan biro travel dengan harapan Tanjungriau Fisherism ini dapat menjadi salah satu bagian dalam paket perjalanan satu hari satu malam.

“Ini juga menjadi rangkaian wisata dari kawasan agrowisata Marina di Temiang. Setelah dari Marina, maka akan berwisata di Tanjungriau,” imbuhnya.

Sedangkan untuk kawasan agrowisata Marina ini direncanakan akan diisi oleh berbagai flora dan fauna dari seluruh Indonesia dan terdiri dari tiga zona. Dengan tujuan dapat menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Rencananya, jenis wisata yang akan mengisinya antara lain wisata bonsai, wisata taman bunga, wisata kerajaan fauna, wisata kerajaan flora, wisata taman bunga non tropis, wisata kebun buah, wisata tanaman hias, wisata hidroponik, wisata kolam ikan, wisata air, wisata berkuda, wisata komposting, wisata burung, wisata peternakan kambing dan sapi, wisata outbond, wisata danau, wisata area pancing, wisata camping ground, wisata tanaman hijau.

“Serta dilengkapi dengan restoran, area penginapan serta konservasi,” Kata Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo ANdiantono.

Ia menambahkan divisi pengembangan kawasan wisata ini berada dibawah Direktorat Pemanfaatan Aset yang berada dibawah naungan Deputi IV.

Namun semuanya masih dalam proses pematangan rencana, Andi mengatakan belum bisa menerangkan apakah proses pengembangannya nanti melibatkan investor atau murni berasal dari dana BP Batam sendiri.

“Masih dirancang, kedepannya bagaimana,” katanya.(leo)