batampos.co.id – Peringatan dini cuaca buruk kembali dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Ranai, Kamis (11/1). Gelombang laut di laut Natuna Utara berkisar 4 meter hingga 6 meter, termasuk laut Cina Selatan dan Anambas.

Prakirawan BMKG Ranai Demetius Christian mengatakan, berdasarkan citra satelit kanal infra merah pada 11 Januari, terdapat banyak awan konvektif pada wilayah kepulauan Natuna. Diimbau kepada masyarakat Natuna agar berhati-hati menjalankan aktifitas terhadap perubahan cuaca ekstrim.

“Saat ini diperkirakan terjadi angin kencang diserta hujan lebat dengan disertai petir yang mengakibatkan terjadinya bencana seperti pohon tumbang, genangan air, tanah longsor dan gelombang tinggi,” kata Demterius, Kamis (11/1).

Dijelaskan Demterius, arah angin masih bertiup dari Utara bertiup menuju Timur Laut dengan kecepatan bervariasi dari 05 kilo meter per jam hingga 50 kilo meter per jam dan 60 kilo meter per jam pada waktu dini hari.

Untuk wilayah pesisir perairan Natuna gelombang diprediksi mencapai 0,5 meter sampai 3,5 meter pada pagi hari. Terjadi peningkatan pada malam hari mencapai 5 meter. Saat ini kami rekomendasikan cuaca buruk, nelayan tetap waspada pada awan gelap dan tebal. Dapat menimbulkan hujan lebat, guntur disertai angin kencang.

“Nelayan tradisioal kami ingatkan cuaca buruk saat ini, musim angin utara masih berlangsung,” imbau Demterius.(arn)

Advertisement
loading...