Calon penumpang Kapal Ferry saat menunggu kapal di Pelabuhan Domestik Punggur, Jumat (12/1).Cuaca buruk melanda Kepri dalam beberapa hari belakangan ini. Penyebabnya akibat angin barat yang berhembus cukup kencang. Tidak saja menyebabkan hujan berkepanjangan, tapi juga gelombang tinggi. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Cuaca buruk melanda Kepri dalam beberapa hari belakangan ini. Penyebabnya akibat angin barat yang berhembus cukup kencang. Tidak saja menyebabkan hujan berkepanjangan, tapi juga gelombang tinggi. Sehingga beberapa rute pelayaran berhenti sementara waktu. Rute Batam ke Dabo tidak beroperasi akibat gelombang setinggi 3 hingga 4 meter. Begitu juga dengan rute Batam ke Karimun.

Iklan

“Kami tunda dulu beroperasi satu hari ini, karena ombak tinggi kali,” kata Syahbandar Telagapunggur, Komaruddin, Jumat (12/1).

Ia mengatakan sudah memberitahu kepada seluruh calon penumpang yang akan berangkat. Begitu juga kepada pemilik kapal yang melayani rute Batam ke Dabo. “Kami larang untuk berangkat dulu. Ini demi keselamatan penumpang,” ucapnya.

Terkait kapan rute ini akan kembali beroperasi, ia mengatakan masih belum mengetahuinya. Namun bila Sabtu (13/1) cuaca sudah membaik, ia mengatakan seluruh rute akan kembali beroperasi lagi. “Untuk rute Batam Tanjungpinang masih bisa dilalui. Tapi kami tetap waspada dan memantu perubahan cuaca,” ujarnya.

Hal yang senada disampaikan oleh Manager Usaha PT ASDP cabang Kepri Adolf DC Enoch. Kapal Roro rute Batam ke Karimun serta Lingga, tidak beroperasi sesuai arahan dari pihak Syahbandar.

“Lingga itu dari kemarin, Karimun hari ini,” ucapnya.

Adolf mengatakan pihak Syahabdar tidak mengeluarkan surat izin berlayar untuk kedua daerah itu. “Katanya karena gelombang tinggi, kami patuhi himbuan itu,” ujarnya.

Sementara itu Kasi Datin Stasiun Meteorologi Hang Nadim Suratman mengatakan sangat riskan untuk berlayar saat ini. Dari pantauan pihak Stamet Hang Nadim, gelombang paling tinggi ada di Anambas dan Natuna sekitar 6 meter.

“Untuk Karimun dan Lingga 3 hingga 4 meter. Batam sendiri sekitar 0 hingga 2 meter,” tuturnya.

Saat ditanya apakah Sabtu, potensi gelombang tinggi ini masih ada. Suratman menjawab kemungkinan gelombang tinggi tetap ada. “Karena angin barat masih berhembus kencang. Kami akan mengeluarkan update terbaru,” ucapnya.

Ia meminta masyarakat yang beraktifitas di laut, agar selalu berhati-hati dan selalu melihat perubahan cuaca yang tiba-tiba.

“Bila terjadi gelombang tinggi, sebaiknya merapat ke pulau-pulau terdekat,” pungkasnya. (ska)