Riono. F. Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Kerja mempertahankan, nyatanya lebih sukar ketimbang meraih. Jajaran Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang sepakat dengan itu dalam kaitannya Piala Adipura. Tahun ini, ibu kota provinsi ini dicanangkan tetap mampu mempertahankan anugerah di bidang kebersihan tingkat nasional tersebut.

Iklan

Agar kerja mempertahankan Adipura jadi semakin lebih matang, Sekretaris Daerah Riono mengimbau agar setiap kelurahan mulai kembali menggiatkan gotong-royong di sekitar lingkungannya. “Area jalan utama lebih diutamakan, perhatikan gulma di parit dan bahu jalan,” ujar Riono.

Disebutkan Riono, penilaian kebersihan sebuah kota sudah akan dilangsungkan. Riono memperkirakan, tim penilai tahap pertama sampai di Tanjungpinang pada triwulan pertama tahun ini.

Kerja mempertahankan Adipura, sambung Riono, akan semakin sulit. Mengingat setiap tahun tahun syarat-syarat yang harus dipenuhi semakin diperketat. Saat ini, tim penilaian tidak menentukan titik pantau yang akan dinilai.

“Karena itu, kita harus siap, jadi ketika titik pantau yang menjadi penilaian oleh tim Adipura, dinilai telah memenuhi standar,” ujarnya.

Selain kebersihan di seputar jalan utama, Pasar Bintan Centre juga menjadi perhatian. Termasuk pula kompos di sekitar kantor wali kota. Yang tidak kalah penting, sambung Riono, adalah pemantauan di beberapa titik lokasi yang masih ada tumpukan sampahnya. “Penilaian bukan hanya bersih dan teduh saja, tetapi sampah terolah. Pengolahan sampah di perumahan kelemahannya komposter, jika ini dimanfaatkan sisa sampah rumah tangga bisa diolah agar punya nilai ekonomi,” pungkasnya. (aya)