Antrian kendaraan memadati pelabuhan penyebrangan pintu Pelabuhan Telaga Punggur, beberapa waktu lalu. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dua terdakwa Pungutan Liar (Pungli) di Pelabuhan Telaga Punggur Batam, Fendy Rhofiek Nugroho dan Defri Andri, akhirnya divonis 1 tahun dan 1,2 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Jumat (12/1).

Putusan ini dibacakan langsung Ketua Majelis Hakim Corpioner, didampingi Hakim anggota Guntur Kurniawan, serta Suherman.

“Atas perbuatannya, kami majelis hakim menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Fendy Rhofiek Nugroho selama 1 tahun penjara, dengan denda Rp 50 juta, dan subsider 1 bulan,” jelas Corpioner saat membacakan putusan.

Sedangkan Defri Andri, dijatuhi hukuman lebih berat dua bulan dari rekannya tersebut. “Atas perbuatannya, kami majelis hakim menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Defri Andri selama 1 tahun dua bulan penjara, dengan denda Rp 50 juta, subsider 1 bulan,” ujarnya dalam pembacaan vonis terpisah.

Corpioner menyebutkan kedua terdakwa ini terbukti bersalah, melakukan praktik pungli yang dilakukan secara bersama-sama, dengan cara menaikkan golongan kendaraan dan tidak melaporkan jumlah tiket yang sebenarnya, sebagaimana telah melanggar Pasal 9 UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 Ke 1 KUHP.

Dari hasil penangkapan tersebut, juga diamankan barang bukti berupa uang pembayaran dari pengguna jasa ASDP sebesar Rp 8.152.000. Uang itu merupakan uang pembayaran jasa penyeberangan yang dibayarkan tanpa menggunakan tiket. (cr20)

Advertisement
loading...