batampos.co.id – Banjir bandang yang melanda ibukota Anambas, Tarempa, membuat aktivitas warga dan pemerintahan lumpuh total, Senin (15/1). Selain itu, banjir tersebut juga menewaskan dua warga setempat.

Wakil Bupati Anambas Wan Zuhendra mengatakan, seluruh pegawai Pemkab Anambas di sejumlah dinas yang berkantor di Tarempa diliburkan, kemarin.

“Pegawai fokus membersihkan kantor masing-masing dari endapan lumpur akibat banjir,” kaya Zuhendra, kemarin.

Selain kantor bupati Anambas, sejumlah kantor dinas di lingkungan Pemkab Anambas juga terendam banjir. Seperti Badan Keuangan Daerah (BKD) Anambas, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), dan gedung DPRD Kabupaten Anambas.

Kepala Balitbangpeda Kabupaten Kepulauan Anambas Agus Raja Unggul mengatakan hal yang sama. Kemarin semua pegawai libur. “Pegawai tidak ada yang kerja. Mereka datang ke kantor tapi hanya membersihkan kantor dari endapan lumpur,” ungkapnya.

Selain kantor pemerintahan, rumah-rumah warga juga terendam banjir. Sedikitnya ada 300 rumah warga di 15 RT di Tarmepa terendam banjir. Bahkan banjir tersebut memakan dua korban jiwa. Yakni Lince, 31 warga RT 01 RW 02 Kampung Baru Tarempa dan satu korban lainnya Baharuddin, 66, warga Jalan Raden Saleh, Tarempa.

Lurah Tarempa Iing Sumindar mengatakan, Lince diperkirakan tewas sekitar pukul 01.00 Senin (15/1) dini hari setelah terbawa arus banjir. Bangunan rumah Lince memang berdiri di atas batu yang posisinya di tengah-tengah sungai.

“Lince terbawa arus dan masuk ke lubang batu di bawah rumahnya bersama dengan papan lantai rumahnya,” kata Sumindar, Senin (15/1).

Sementara itu korban lainnya Baharuddin, memang sudah sakit stroke dan sudah pisah dengan istrinya. Sehingga saat banjir, ia tak sempat menyelamatkan diri. “Kita tak bisa salahkan siapa-siapa mungkin anak-anaknya juga sedang kesusahan lantaran terkena banjir,” ungkapnya lagi.

Menurut Sumindar, banjir kali ini merupakan yang terbesar yang pernah terjadi di Anambas, khususnya di Tarempa. “Dulu pernah banjir tapi tidak sebesar banjir yang kali ini,” ungkapnya lagi.

Banjir terjadi setelah hujan turun selama empat hari berturut-turut mulai dari hari Kamis (11/1) hingga Minggu (14/1) malam. Banjir semakin parah, karena di saat bersamaan air laut pasang sehingga air di sungai Sugi meluap dan menggenangi permukiman dan area perkantoran.

Seluruh warga yang berada di Jalan Raden Saleh, Jalan Olah Raga, Jalan Patimura, Jalan Kartini, Jalan Diponegoro, dan RT Sungai Sugi, tak ada yang bisa tidur nyenyak lantaran mereka sibuk menyelamatkan barang masing-masing sejak Minggu (14/1) malam. Ratusan motor terendam banjir dan banyak warga yang kehilangan harta benda. Warga yang rumahnya terendam banjir sebagian terpaksa mengungsi ke rumah kerabat yang posisinya lebih aman.

Tahanan Dipindah ke Hotel

Selain merendam permukiman dan area perkantoran, banjir bandang di Tarempa juga melanda Mapolsek Siantan, Anambas. Kondisi ini membuat jajaran Polsek Siantan terpaksa memindahkan sembilan tahanan di Mapolsek.

“Sembilan tahanan kami pindahkan sementara ke Hotel Tarempa Beach,” kata Kapolsek Siantan AKP Yudha Surya Wardana.

Namun pemindahan ini hanya sementara. Senin (15/1) pagi para tahanan dikembalikan ke sel Mapolsek Siantan setelah sel dibersihkan.

“Pagi sebelum energi kami habis, kami kembalikan mereka ke sel,” kata Kapolsek.

Pantauan wartawan koran ini, Kantor Cabang Kejaksaan Negeri Natuna yang ada di Tarempa juga tak luput dari amukan banjir bandang. Banjir menggenangi Kantor Cabang Kejaksaan Negeri Natuna hingga setinggi dada orang dewasa.

Sementara itu Perumahan TNI Angkatan Laut juga ikut terendam banjir. Tidak ada satupun mes TNI yang selamat dari banjir. Begitu juga Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Siantan. Akibatnya, sekolah meliburkan seluruh siswanya, kemarin. (sya)

Respon Anda?

komentar