ilustrasi

batampos.co.id  – Siapa yang tak berang kala mendapat laporan laporan dugaan percaloan paspor. Bahkan keuntungan yang diperoleh mencapai Rp1.800 juta hingga Rp2 juta per paspor.

DPRD Karimun melalui Komisi I pun melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun, Senin (15/1/2018).

Ketua Komisi I Anwar Abu Bakar langsung memimpin rombongan sidak. Turut mendampingi Sulfanow Putra, Rodiansyah, Rohani, dan Sumardi.

Kedatangan rombongan disambut Kepala Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun Mas Ari Yuliansyah.

Pada kesempatan itu, pihak Imigrasi berkomitmen memberantas percaloan.

“Mereka (Imigrasi-red), tetap komitmen tetap berantas percaloan paspor. Baik yang dilakukan oleh pihak ketiga maupun internal. Sudah ada pegawai imigrasi yang dipecat,” jelas Anwar Abu Bakar yang ditemui usai dengar pendapat.

Secara umum, lanjut Anwar Abu Bakar, pelayanan publik oleh Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun sudah cukup bagus.

Apalagi dengan kehadiran Anjungan Paspor Mandiri (APM), sangat membantu masyarakat dalam pengurusan paspor. Walaupun, masih ada indikasi terjadi percaloan saat proses cara menggunakan APM.

“Paling penting harus ada pengawasan ekstra, terutama masyarakat yang masih bigung mempergunakan perangkat APM tersebut. Mudah-mudahan bisa ada perubahanlah. Dan kami akan tindak lanjut ke Dirjen Imigrasi Jakarta, terutama dalam pengurusan TKI non prosedural ini yang masih banyak ditemukan,” tutur kader Partai Amanat Nasional ini.

Sementara Kepala Kantor Kelas II Tanjungbalai Karimun Mas Ari Yuliansyah mengaku berterima kasih atas kedatangan rombongan Komisi I DPRD. Terlebih menyangkut informasi masih berlangsungnya aksi percaloan paspor. Dan pihaknya berjanji akan terus melakukan perbaikan dalam pelayanan publik. (tri)

Respon Anda?

komentar