Iklan
ilustrasi

batampos.co.id – Bebarapa pasar tradisonal di Batuaji dan Sagulung masih mengalami kelangkaan ikan laut. Sejumlah pedagang mengaku kelangkaan stok ikan laut karena cuaca ekstrem dan gelombang laut yang terjadi beberapa minggu belakangan ini. Bahkan, kelangkaan ikan laut tersebut membuat harga ikan melonjak. Seperti ikan selar, gembung dan tongkol.

Riki, pedagang ikan di Pasar Fanindo menyebutkan ketiga jenis ikan tersebut dibanderol seharga Rp 55 ribu hingga 60 ribu per kilo gram. Padahal, sebelumnya ikan tersebut biasa ia jualkan seharga Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu per kg.

“Ikannya langka, makanya mahal,” ujar Riki, Senin (15/1).

Dia mengatakan kelangkaan ikan laut disebabkan cuaca buruk yang terjadi di Batam. Para nelayan enggan melaut sehingga pasokan ikan laut ke pasar menurun.

“Kalau cuacanya seperti ini terus dan tidak ada yang melaut kemungkinan stok ikan laut akan semakin langka di pasar,” katanya.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, merekahanya menyetok ikan air tawar yakni bandeng, mujair dan lele. Itupun juga tidak sebanyak pada hari-hari biasa.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh beberapa pedagang ikan di pasar Sagulung. “Sudah hampir seminggu stok ikan laut menipis,” kata Ismail, penjual ikan di Pasar Sagulung.

Kondisi serupa juga dialami oleh penjual ayam. Penjual ayam mengeluhkan harga ayam melonjak yang disertai dengan pasokan terbatas. “Sekarang harga ayam Rp 35 per kg dari harga sebelumnya Rp 30 ribu per kg,” ujar Rika penjual ayam di Pasar Fanindo.

Demikian juga dengan harga bahan pokok. Saat ini harga sayuran melonjak drastis. Semisal bayam Rp 20 ribu per kg, kangkung Rp 18 ribu per kg, sawi Rp 17 per kg, cabai rawit Rp 50 ribu per kg, dan cabai merah Rp 60 ribu per kg.

“Sayur biasa saya jual Rp 8 ribu per kilo,” sebut Murni penjual sayur di pasar Fanindo. (une)