ilustrasi

Cantik, plus tubuh seksi rupanya tak membuat pria tergila-gila bahkan berjuang mendapatkan lalu mempertahankan.

Adalah Karin yang cantik dan memiliki badan langsing seperti peragawati.

Urusan kepintaran, wanita ini tidak diragukan lagi. Keseharian warga Margorejo ini bekerja sebagai manajer sebuah bank swasta. Namun sayang, nasib rumah tangganya tak semulus karirnya.

Setelah dua tahun menikah, dia ditinggal suaminya, Donjuan pergi begitu saja. Tak heran jika Karin mengajukan gugatan cerai melalui Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Surabaya, Selasa (16/1) dengan didampingi pengacaranya. “Saya ditelantarkan. Nggak tahu dia pergi ke mana,” aku Karin.

Karin mengatakan, Donjuan pergi dari rumah sekitar empat bulan yang lalu. Ketika Karin mengikuti kegiatan kantor di luar kota. “Untung saja anak saya nggak dibawa. Nggak tahu, saya jadi apa kalau anak juga ikut dibawa minggat,” imbuh Karin.

Diceritakan Karin, setelah mempunyai anak, dia kerap bertengkar karena Donjuan tidak mempunyai pekerjaan tetap. Semua kebutuhan, Karin yang memenuhi. Kalau pun suaminya punya duit, itu hanya cukup untuk beli popok bayi.

“Selama ini kami numpang di rumah bapak saya. Orangtua saya tidak mau jauh dari saya,” ujar perempuan berbaju kuning gading ini.

Karin mengungkapkan, beberapa kali Donjuan keluar masuk perusahaan karena merasa tidak cocok dengan pekerjaannya.

“Dia tipe orang susah diatur. Maunya sendiri saja dan keras” kata wanita berkacamata ini.

Begitu juga dengan usaha yang dijalankan Donjuan beberapa kali bangkrut. Mulai dari jual makanan, bengkel, sampai nyopir taksi online.

“Nggak ada yang bener menurut dia,” imbuh Karin.

Kepinginnya Donjuan membuka galeri seni lukis. Namun usulan itu ditolak oleh Karin dan orangtuanya.

“Kalau sudah melukis, dia lupa waktu dan lupa keluarga. Hidupnya sesuka dia. Yang bangunnya siang, ngerokoknya kayak sepur dan kotor karena cat. Apalagi biayanya nggak sedikit,” terang Karin.

Beberapa kali berunding, Donjuan tetap kepada pendiriannya. Sekitar seminggu sebelum pergi, Donjuan dan Karin bertengkar hebat dan terjadi pemukulan.

“Ini yang saya dan bapak nggak suka. Main tangan,” ungkap Karin.

Setelah kejadian itu, Donjuan tidak banyak bicara dan lebih suka keluar rumah.

“Pergi pagi, pulang malam. Malah pulang pagi juga pernah,” tutur Karin.

Ketika Donjuan memutuskan meninggalkan rumah, dia hanya meninggalkan secarik kertas dan ponsel miliknya.

“Meskipun saya disakiti, tapi saya masih mencari-cari dia. Teman, saudara dan kerabatnya tidak ada yang tahu ke mana dia. Malah saya sampai stres,” ujar wanita pemilik rambut sebahu ini.

Sampai empat bulan berlalu, Donjuan hilang seperti ditelan bumi. Karena Karin tidak dinafkahi baik jasmani maupun rohani selama empat bulan, akhirnya dia mengajukan gugatan cerai.

“Saya sudah siap menghadapi semua. Bapak ibu masih mau membantu saya,” akunya.

Diungkapkna Karin, dia mengenal Donjuan saat bekerja di Bali. Laki-laki ini memang seniman. Setelah pacaran selama dua tahun akhirnya mereka menikah. Namun ending-nya justru menyakitkan.

“Sepertinya saya salah pilih,” aku Karin. (sb/ang/jek/JPR)

Respon Anda?

komentar