BUPATI Bintan Apri Sujadi meresmikan pembangunan Melia
Bintan Indonesia Hotel and Resorts dengan nilai investasi Rp 500 miliar, beberapa waktu lalu. F. Kominfo Bintan untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) asal Singapura dan Malaysia masih mendominasi investasi di Kabupaten Bintan sepanjang 2017. “Kalau dirangking Singapura, lalu malaysia. Sebenarnya banyak perusahaan yang merger antara Singapura dan Malaysia,” ungkap Kabid Perizinan Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan┬áTenaga Kerja (BPMPTSP dan TK) Kabupaten Bintan Alfeni, Rabu (17/1).

Alfeni mengatakan, tahun lalu ada sekitar 27 PMA dan 8 perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang telah melakukan permohonan izin prinsip dengan total investasi mencapai Rp 14 triliun. Investasi usaha, lanjutnya didominasi pembangunan hotel serta resort bintang 3 hingga bintang 5. Disusul industri kapal, perahu, reparasi kapal perahu dan jasa konsultasi pariwisata serta pembibitan budidaya sapi potong.

“Begitu mendapatkan izin lingkungan, selanjutnya mengajukan IMB. Khusus kawasan FTZ dan KEK bisa langsung membangun atau melakukan konstruksi karena memiliki fasilitas KLIK. Fasilitas KLIK tidak berlaku di semua kawasan,” tukasnya.

Bupati Bintan Apri Sujadi meminta BPM-PTSP dan TK Kabupaten Bintan mengawal investasi yang masuk ke Bintan sampai terealiasi. BPM-PTSP dan TK Kabupaten Bintan juga diminta memfasilitasi terkait permasalahan yang dihadapi investor, termasuk perizinan di┬ápusat dan daerah. “Kita meminta investor dibantu dan dibimbing agar realiasi proyek selesai tepat waktu,” ujarnya.

Terakhir, ia mengapresiasi besaran investasi yang masuk di Bintan karena beberapa kota kabupaten di Kepri mengalami kelesuan baik dari sisi investasi maupun ekonomi.

“Ini menjadi masukan agar bagaimana investasi yang masuk ini mampu meningkatkan sektor ekonomi dan merealisasikan penyerapan tenaga kerja untuk jangka panjang di Bintan,” harapnya. (met)

Respon Anda?

komentar