Iklan
Lulik Febyantara. F. Sandi/Batam Pos.

batampos.co.id – Penyidik Sat Reskrim Polres Karimun, telah selesai melakukan visum dan trauma healing terhadap 14 orang korban pencabulan yang merupakan anak di bawah umur, penyidik juga telah selesai melakukan pemeriksaan untuk diambil keterangannya dengan didampingi oleh orang tua korban.

”Satu lagi tahapan proses penyidikan untuk melengkapi berkas perkara pencabulan yang dilakukan tersangka Zulkifli terhadap belasan pelajar di bawah umur di salah satu sekolah selesai dilakukan,”  ujar Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara kepada Batam Pos, Jumat (19/1).

Selama menjalani pemeriksaan para korban tetap harus didampingi oleh orang tua.  ”Karena, itu merupakan prosedurnya,” ujar Lulik.

Selain itu, pemeriksaan kejiwaan tersangka juga sudah dilakukan, hanya tinggal menunggu hasilnya saja,”

Menyinggung tentang jumlah kasus pencabulan pada tahun lalu, Lulik menyatakan, pada tahun lalu jumlah kasus pencabulan terhadap anak cukup banyak. ”Yakni, jumlahnya sampai 15 kasus. Bahkan, yang paling banyak terjadi pada Desember lalu yang mencapai 6 kasus. Dan, semua kasus pencabulan tersebut korbannya perempuan yang masih di bawah umur,” paparnya.

Dilanjutkannya, berbeda dengan kasus pencabulan yang terjadi pada bulan ini. Memang korbannya juga di bawah umur. Hanya saja, korbannya pria dan pelakunya juga pria. Dan, seperti diketahui dalam bulan ini ada dua laporan tentang kasus pencabulan terhadap anak dengan jumlah korban puluhan orang. Yakni, laporan pertama yang diterima dengan tersangka Abdul Malik, 56 yang melakukan pedefilia terhadap 13 orang anak di bawah umur. Kemudian, yang kedua dengan tersangka Zulkifli yang korban 14 orang anak. (san)