Iklan

batampos.co.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas dari awal sudah memiliki rencana untuk segera melakukan pelelangan pada bulan Januari tahun ini. Namun sayangnya hal tersebut kemungkinan sulit diwujudkan. Pasalnya ada masalah dengan server dari pusat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas Sahtiar, mengatakan, pihaknya tidak dapat menunggu sistem di server yang rusak itu selesai diperbaiki, karena pembagunan mesti harus terus berjalan dan tidak bisa berhenti disatu titik akibat adannya persoalan.

Oleh karena itu agar target yang telah ditetapkan tidak meleset pihaknya mengirim sejumlah pegawai seperti Kasubag Program Dinas-dinas besar seperti Dinas Perkerjaan Umum, Dinas Pendidikan, Kesehatan dan Perhubungan untuk mengupload RUP langsung di LKPP. “Kerusakan yang terjadi bukan di Anambas namun pada sistem diserver pusat, untuk itu kita Upload langsung disana,” kata Sahtiar, Selasa (23/1).

Sahtiar mengungkapkan, sesuai jadwal para Kasubag Program ini akan pulang pada tanggal (29/1). Maka diperkirakan awal Februari 2018 pelelangan sudah bisa dilaksanakan. “Langkah tersebut digesah agar pada akhir Desember seluruh kegiatan pembangunan telah terselesaikan,” ujarnya.

Disinggung berapa jumlah paket proyek pada tahun 2018 ini, Sahtiar mengaku belum mengetahui secara pasti dikarenakan seluruh perangkat Daerah masih belum dikumpulkan,” Berapa totalnya masih belum pasti, nanti diketahui setelah Perangkat Daerah di Kumpulkan,” jelasnya.

Belajar dari pengalaman tahun 2017 tambah dia, untuk tahun 2018 target yang dicanangkan akan selesai, baik itu paket proyek besar maupun kecil. Apalagi untuk proyek-proyek strategis tetap dilakukan pendampingan tim TP4D dari Kejaksaan. “Untuk paket strategis tetap akan didampingi oleh TP4D,” ujarnya.

Pada tahun 2018 ini sambung Sahtiar, terdapat sejumlah proyek strategis diataranya pembangunan embung sebesar Rp 20 Milliar dikcematan Siantan, Pembangunan Jalan di Palmatak dan Jemaja semuanya menelan anggaran yang cukup besar. “Insya Allah untuk penyebaran pembangunan di tiga pulau besar dapat merata, komposisinya, apalagi besaran dana desa cukup membantu pemerintah dalam melaksanakan pembangunan,” imbuhnya. (sya)