Iklan

batampos.co.id – Stok beras medium saat ini lebih dari 1.000 ton dari Bulog, dengan perhitungan 726 ton dan dari swasta 300 ton. Dengan ketersediaan stok beras tersebut┬áKetua Satgas Pangan dan Beras Karimun AKP Lulik Febyantara mengatakan, pasokan beras tidak ada masalah hingga menjelang Imlek mendatang. Sebab, pasokan beras yang didatangkan dari luar tetap terus masuk ke Karimun setiap minggu.

”Kemarin kita sempat menanyakan, kepada distributor kenapa harga beras medium cukup tinggi per kilogramnya yang mencapai Rp 9.100,” jelas Lulik, kemarin (23/1).

Setelah mendapatkan penjelasan dari distributor bahwa harga beras tersebut dari sananya memang sudah mahal. Artinya, distributor mau tidak mau tetap harus membeli beras dari Jawa atau Medan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Karimun. Dimana, distributor tersebut tetap harus menambah biaya ongkos kapal, buruh angkut dari kapal ke lori dan ongkos lori ke gudang yang ditotal mencapai Rp400 per kilogramnya.

” Untuk harga HET Beras yaitu Rp 9.950 per kilogramnya, berarti distributor mengambil keuntungan Rp 300 per kilogram yang totalnya mencapai Rp 1.800 per kilogram. Jadi ada space Rp150 per kilogramnya untuk pengecer beras itu, berarti dari distributor tidak boleh melebihi harga HET,” ungkapnya.

Sehingga, kata Lulik lagi untuk tingkat distributor pihaknya dapat mengontrol penjualan harga beras. Dmana, para distributor beras tidak ada yang bermain untuk menaikan harga beras diatas HET yang telah ditentukan. Namun, untuk tingkat pengecer tidak bisa dilakukan pengontrolan harga beras.

”Yang kita tetap melakukan pemantauan setiap dua minggu sekali terhadap beras. Dan ada solusi, yaitu dilakukan operasi pasar terhadap beras. Dengan distributor beras mencapai 18 distributor termasuk di Tanjungbatu,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindag dan ESDM Karimun M Yosli mengatakan, untuk pasokan beras pihaknya tidak mempermasalahkan lagi. Karena, pasokan beras sudah cukup dan terus dilakukan pemesanan oleh distributor beras.

”Masih cukup beras. Kan, kita terus melakukan pemantauan dilapangan pasokan beras. Termasuk harga sembako yang lain,” singkatnya.(tri)