Tim basket putri SMA Mondial (pink) saat berduel melawan SMA Yos Sudarso. F. Octo Zainul Ahmad/Batam Pos

batampos.co.id – Setelah dua tahun terakhir ini, gelaran Batam Pos Honda Student Basketball League (HSBL) 2018 hanya mempertandingkan tim putri secara eksebisi. Nah, di Batam Pos HSBL 2018 kali ini, tim putri bakal bersaing dan mencicipi sengitnya turnamen basket antar pelajar SMA se-Kepri secara resmi.

12 tim putri akan ikut menyemarakkan ajang yang dihelat mulai 26 Januari hingga 4 Februari 2018 mendatang.

Ke-12 tim tersebut terbagi kedalam empat pool. Masing-masing pool diisi tiga tim peserta. Pool H ditempati SMA Mondial A, SMA Maha Bodhi, SMKN 2 Batam. Pool I diisi SMA Bodhi Dharma, SMK Kartini, SMA Harapan Utama.

Pool J ditempati SMKN 5 Batam, SMAN 17 Batam, SMA Ananda. Dan di pool terakhir, K terdapat SMA Yos Sudarso, SMA Mondial B dan SMA Maitreya.

Juara dan runner up pool akan lolos ke babak delapan besar.

Sebelum berlaga di Batam Pos HSBL 2018, ada turnamen basket tim putri yakni Global Cup 2018 yang dilangsungkan di Sekolah Global Indo Asia (SGIA) belum lama ini.

Gelaran Global Cup 2018 tampaknya menjadi ajang pemanasan bagi tim-tim basket putri jelang Batam Pos HSBL.

Final Global Cup 2018 di basket putri sendiri mempertemukan SMA Yos Sudarso melawan SMA Mondial. Menariknya kedua tim tersebut berada satu pool di Batam Pos HSBL 2018, yakni di pool K.

Dalam partai puncak Global Cup yang digelar Rabu (24/1) kemarin, SMA Yos Sudarso sukses mempecundangi SMA Mondial dengan skor yang cukup telak 61-39.

Pelatih SMA Mondial, Pardo saat diwawancarai Batam Pos seusai laga mengatakan, masih banyak kekurangan yang dialami anak asuhnya dalam partai final tersebut.

“Anak-anak bermain tidak konsisten,” kata Pardo kepada Batam Pos, Rabu (24/1).

Ia juga menuturkan, salah satu kekurangan dan kelemahan anak didiknya adalah lemahnya free throw dan penyelesaian akhir.

“Free throw anak-anak harus diperbaiki,” tuturnya.

Pardo optimis kelemahan tersebut mampu diatasi Kristina dan kawan-kawan untuk menghadapi Batam Pos HSBL 2018 mendatang.

“Masih ada waktu untuk memperbaiki diri. Kita belajar dari pengalaman ini. Target kita adalah juara. Kita balas kekalahan ini di Batam Pos HSBL,” tegas Pardo.

Sementara itu pelatih SMA Yos Sudarso, Dion mengaku puas dengan performa yang ditampilkan anak didiknya dalam final itu.

“Sebenarnya, kedua tim secara teknik dan skill lumayan berimbang. Namun, anak-anak bermain lebih semangat,” akunya.

Meski begitu, ia sadar dalam olahraga basket tidak ada yang mustahil dan semua masih bisa terjadi. Dion juga mewanti-wanti Elza dan kawan-kawan untuk tidak cepat berpuas diri atas gelar juara Global Cup ini.

“Kita tetap terus berbenah dan waspada dengan lawan-lawan kita di Batam Pos HSBL. Dengan gelar juara ini, kita antusias menyambut Batam Pos HSBL,” tutup Dion. (oza)

Respon Anda?

komentar