batampos.co.id – Ekonomi Batam diperkirakan akan bangkit dan pulih dalam kurun waktu dua tahun ke depan. Optimisme ini muncul setelah melihat sejumlah indikator perbaikan kinerja perekonomian di Batam dalam beberapa bulan terakhir.

“Kemungkinan akan tumbuh lebih cepat, setelah saya mempelajari itu semua dalam beberapa bulan ini,” kata Deputi II Badan Pengusahaan (BP) Batam Yusmar Anggadinata, Kamis (25/1).

Pria yang akrab disapa Angga ini mengatakan, ada tiga hal yang mendukung pertumbuhan ekonomi Batam. Yakni tumbuhnya industri digital, infrastruktur yang terus di bangun sebagai endukung bagi kegiatan investasi.

“Tidak ada lagi permasalahan. Air pasokannya sangat cukup,” ucapnya.

Pulihnya ekonomi Batam, kata Angga, juga ditopang oleh perkembangan Bandara Internantional Hang Nadim Batam. Saat ini bandara tersebut tidak hanya sebagai pusat lalu-lintas orang saja. Tapi juga barang.

“Sistim logistic airport sedang kami bangun,” ucapnya.

Adanya sistem logistic airport ini, akan menjadi angin segar bagi para pelaku industri. Angga menyebutkan, sebenarnya biaya produksi di Batam tidak terlalu tinggi jika dibandingkan dengan Shenzhen, Tiongkok. Menurut dia, biaya produksi di Batam lebih murah 1,6 persen dibanding Tiongkok.

“Tingginya biaya di industri karena input dan output yag masih bermasalah. Kami coba kembangkan sistem logistic airport ini, agar menuntaskan permasalahan ini,” ujarnya.

Di Hang Nadim, kata Angga, juga akan berkembang industri maintenance, repair, and overhaul (MRO) pesawat. Saat ini sudah ada Batam Aero Technic (BAT) milik Lion Air Group. BAT ini diperkirakan dalam dua tahun ke depan akan menyerap tenaga kerja yang lebih banyak.

“Tahun ini, GMF akan memutuskan (berinvestasi di Batam). Dan itu bergantung pada negosisasi mereka dengan partnernya yakni KLN, Air France, dan Mitsui,” ucap Angga.

Teknisi Batam Aero Technic (BAT) sedang melakukan perawatan pesawat lion air di MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul) Lion Air Grup, di Bandara Hang Nadim Batam. F Cecep Mulyana/Bata,m Pos

Bila proyek dari GMF ini terealisasi, maka GMF akan menyerap sebanyak 5 hingga 10 ribu tenaga kerja. “Inilah yang sedang kami usahakan. Kami akan terus bekerja mewujudkan pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Sementara sejumah pengusaha properti meyakini 2018 akan menjadi tahun kebangkitan properti di Batam. Ini bisa dilihat dari antusias warga terhadap produk properti yang ditawarkan para pengembang.

“Kami sangat yakin tahun ini akan lebih bagus dari tahun 2017 lalu. Di awal tahun ini saja sudah banyak yang bertanya mengenai apartemen kami,” kata Sulistyana, Direktur Utama PT Kinarya Rekayasa selaku pengembang apartemen Puri Khayangan, Kamis (25/1).

Ia mengatakan penjulan di awal tahun ini juga tidak menurun dari akhir tahun lalu. Di mana untuk apartemen Puri Khayangan miliknya sudah mencapai 70 persen.

“Kalau penjualan masih tetap sama. Tetapi sudah banyak yang bertanya-tanya, padahal masih awal tahun,” katanya.

Menurutnya, ada beberapa hal yang meyakinkan dia terkait optimisme membaiknya properti. Antara lain pergantian pimpinan BP Batam.

“Jadi saat ini lebih jelas kepastian hukumnya dan komunikasi dengan pengusaha lebih baik. Ekonomi juga pelan-pelan mulai bangkit,” katanya.

Ia berharap ke depannya perekonomian di Batam akan lebih baik. Ini pastinya akan berpengaruh terhadap penjualan properti di Batam.

Managing Director Panbil Group Johanes Kennedy juga berharap tahun ini perekonomian di Batam akan lebih baik.

“Perbaikan ekonomi sudah pasti berpengaruh terhadap properti. Kita harapkan semua akan lebih baik,” katanya.

Jhon mengatakan, Panbil Residence miliknya cukup diminati calon pembeli. Hal ini bisa dilihat dari seringnya warga bertanya mengenai spesifikasi apartemen tersebut. Huniannya juga sudah banyak yang terjual padahal masih baru. Ini karena Panbil Residence adalah apartemen yang memang mengedepankan kenyamanan.

“Kita memang menghadirkan kenyamanan rumah setara hotel bintang empat dengan fasilitas yang lengkap. Dan pemandangan dari sana juga luar biasa,” katanya.

Sementara itu Ketua DPD REI Kota Batam Achyar juga meyakini bahwa 2018 ini menjadi tahun yang baik untuk properti. Ini tidak lepas dari membaiknya perekonomian di Batam dan juga pergantian pimpinan BP Batam.

“Saya setuju kalau dibilang perekonomian di 2018 ini kemungkinan akan membaik. Mudah-mudahan ekonomi cepat pulih,’ katanya.

Ditanya mengenai penjualan properti hingga minggu ketiga bulan Januari 2018 ini, ia mengaku tidak jauh berbeda dengan tahun lalu.

“Penjualan tetap ada, tetapi tidak jauh berbeda dengan yang sebelumnya. Masih relatif sama,” katanya. (ian)

Respon Anda?

komentar