Iklan
Ratusan Pencaker ikuti seleksi pelatihan kerja di Disnaker Batam
Foto: Yulitavia / batampos

batampos.co.id – Tahun ini Dinas Tenaga Kerja akan menggelar berbagai pelatihan ketrampilan untuk pengangguran. Dianggarkan Rp 15 Miliar untuk melatih 2.360 orang.

Iklan

“Jadi ada tiga pelatihan yang kita gelar tahun ini yakni pelatihan ketrampilan tertentu, kemudian pelatihan dan peningkatan tenaga kerja dan pelatihan kewirausahaan,” kata kepala dinas tenaga kerja Rudi Sakyakirti di komisi IV DPRD Kota Batam, Senin (29/1).

Untuk pendidikan keahlian dan ketrampilan untuk pencaker akan diikuti 969 anggaran dengan nilai anggaran Rp 6,5 Miliar. Pelatihan ini mencakup berbagai bidang keahlian seperti keselamatan kerja, satpam, teknisi listrik, autocad,HRD, Pipe Filter, tata rias kecantikan, hiroponik, bengkel motor dan bidang keahlian lainnya.

Sedangkan untuk pelatihan dan peningkatan kemampuan tenaga kerja diberikan untuk 1.351 orang dengan anggaran Rp 7,8 miliar. Pelatihan ini mencakup welding inspector 3G SMAW, Welding Inspector 4 G SMAW, pengawas SCAFFOLDING dan yang lainnya.

Sementara untuk pekatihan bidang wirausaha diberikan untuk 40 orang dengan anggaran sekitar Rp 527 juta.

“Jadi perekrutan pelatihan ini kita lakukan dengan tes. Dan akan kita umumkan melalui media massa dan di pajang di papan pengumuman kita,” kata Rudi.

Kepada peserta pelatihan tidak akan diberikan tunjangan fasilitas lainnya kecuali mendapatkan sertifikasi. Selain karena anggaran yang terbatas, juga untuk memastikan pencari kerja memang benar-benar serius untuk latihan.

“Kalau dulu pernah diberikan uang saku dan tranport. Ternyata ada yang hanya mengejar itu. Jadi untuk tahun benar-benar itu tidak ada,” katanya.

Setelah pelatihan ini nantinya, Disnaker nantinya akan berupaya bekerjasama dengan perusahaan agar memiliki daftar yang lulus pelatihan.

“Akan kita cantumkan nanti nomor ponsel yang lulus pelatihan dan kalau perusahaan berkenan, biar langsung dihubungi,” katanya.

Sementara itu, anggota komisi IV DPRD Kota Batam Riki Indrakari mengatakan pelatihan ini sangat berguna bagi pencari kerja kalau memang benar-benar dilakukan dengan baik. Apalagi anggaran yang dikucurkan untuk pelatihan ini termasuk besar.

Menurutnya, Disnaker tidak boleh hanya sekedar memberikan pelatihan tetapi setelah itu lepas tanggungjawab. Itu tidak signifikan mengurangi angka pengangguran di Batam. Menurutnya, Disnaker harus bisa menjalin hubungan baik dengan perusahaan. Di mana perusahaan harus mengutamakan peserta yang memang sudah lulus sertifikasi pelatihan.

“Jadi setelah pelatihan mereka bisa kerja. Jangan selesai pelatihan, mereka tetap tak bekerja. Dan kalau memang keahliannya sama dengan TKA atau dari luar Batam maka yang harus diutamakan adalah orang Batam,”katanya.

Anggota komisi IV DPRD Kota Batam lainnya, Bobi Alexander Siregar juga mengakui bahwa selama ini, setelah pelatihan banyak peserta yang tetap menganggur. Penyebabnya keterbatasan akses ke perusahaan.

“Jadi perusahaan dan Disnaker harus bekerja sama dengan baik. Jangan sampai sudah ikut pelatihan tetapi tidak ada artinya. Ini yang paling penting. Setelah pelatihan harusnya dapat pekerjaan,” katanya.

Demikian dengan perekrutan pelatihan, harus benar-benar dilakukan seobjektif mungkin. Diutamakan dari keluarga yang tidak mampu. Dan harus benar-benar diawasi selama pelatihan berjalan. (ian)