Iklan
DARI kiri: Ketua Apindo Kepri Cahya, Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad, dan Panasihat Apindo Kepri Abidin Hasibuan saat dialog di Planet Holiday Batam, Kamis (1/2) malam.
Foto. Apindo Kepri untuk Batam Pos

batampos.co.id – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri menyebut iklim investasi di Batam terus membaik. Apindo mencatat, sedikitnya ada 11 investor asal Tiongkok yang bakal menanamkan modalnya di Batam pada Maret mendatang.

“Sudah ada koordinasi mungkin di tanggal 12 atau 20 tergantung Pak Lukita. Mereka siap tanamkan modalnya di Batam,” ujar Penasihat Apindo Kepri, Abidin Hasibuan, dalam acara Dialog Keluarga Besar Apindo Kepri bersama BP Batam dan Pemko Batam di Hotel Planet Holiday Batam, Kamis (1/2/2018).

Dalam kesempatan itu ia mengapresiasi kepemimpinan Lukita Dinarsyah Tuwo di Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Muhammad Rudi selaku Wali Kota Batam. Menurut dia, sinergisitas keduanya turut mendorong iklim investasi di Batam terus bangkit dan membaik.

“Dengan Pak Lukita, saya sudah diskusi beberapa kali. Beliau punya wawasan dan pengalaman luar biasa. Wali kota juga luar biasa karena berani melebarkan jalan supaya bebas dari macet,” jelasnya.

Namun selain fokus membangun atmosfir ekonomi positif, Abidin juga meminta kepada Pemko dan BP Batam untuk segera menyelesaikan permasalahan sosial. Seperti Upah Minimum Kota (UMK) UMK dan masalah demo.

“Batam ini diobok-obok ama oknum serikat (pekerja). UMK sekarang sangat mengerikan. Di Johor Rp 3 juta dan di Batam Rp 3,5 juta. Dan hari ini masih ada oknum ajak demo. Mau apa sih,” tegasnya.

Ia meminta kepada BP dan Pemko agar segera membentuk tim kecil untuk mencari solusi. Pembangunan infrastruktur juga penting untuk mendukung upaya pengembangan pariwisata.

Ketua APindo Kepri Cahya juga memuji kinerja pemerintah. Di matanya, BP Batam yang telah banyak merevisi Perka yang dianggap merugikan berikut juga dengan penyederhanaan perizinan bersama Pemko Batam merupakan hal yang patut dihargai.

“Apalagi begitu masuk Pak Lukita, PMK 229 itu segera terbit. Wali kota juga bangun jalan lebar-lebar sehingga Kota Batam jadi bersih dan indah,” jelasnya.

Sedangkan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan, saat ini Pemko Batam sangat mementingkan sinergi dengan BP Batam.

“Ada sinergitas dan harus bahu membahu,” katanya.

Untuk saat ini, belanja Pemko difokuskan untuk anggaran pembangunan infrastruktur dengan pembagian 65 persen untuk infrastruktur dan 35 persen untuk belanja rumah tangga.

“Untuk pariwisata, kami siap pasang badan,” katanya.

Di tempat yang sama, Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan tugasnya adalah bagaimana mendorong investasi datang.

“Setelah Perka 27 keluar sudah banyak investor yang datang ke Batam untuk investasi,” ucapnya.

Ia juga akan terus menggelar agenda pariwisata untuk mengangkat perekonomian masyarakat.

“Masyarakat jadi sejahtera dan Batam nyaman untuk tempat tinggal,” katanya. (leo)