Iklan
Pemain SMK Kartini (biru), Nico mendribel bola melewati hadangan pemain-pemain SMA Djuwita dalam babak semifinal putra Turnamen Batam Pos Honda Student Basketball League (HSBL) 2018 di Hi Test Arena Batam, Sabtu (3/2). SMK Kartini menang 56-32.
foto kanan: Laga semifinal tim putri Turnamen Batam Pos Honda Student Basketball League (HSBL) 2018 yang mempertemukan SMA Maitreya (hitam) melawan SMA Maha Bodhi di Hi Test Arena, Batam, Sabtu (3/2). SMA Maitreya menang 40-9.
Foto: Octo Zainul Ahmad/Batam Pos

batampos.co.id – Tim putra SMK Kartini sukses melaju ke babak final untuk pertama kalinya dalam turnamen Batam Pos Honda Student Basketball League (HSBL). Dengan hasil ini, laga final Batam Pos HSBL 2018 akan mempertemukan SMK Kartini melawan SMA Ananda yang dihelat di Hi Test Arena Batam, Minggu (4/2) sore pukul 15.00 WIB.

Partai final Batam Pos HSBL 2018 ini bakal melahirkan sang juara baru, setelah SMA Maitreya merajai gelaran tersebut selama dua tahun beruntun dan harus berakhir di tangan SMA Ananda.

Sementara di bagian putri, Tim putri SMA Maitreya sukses melaju ke partai final setelah menggilas SMA Maha Bodhi dengan skor mencolok 40-9 dalam laga semifinal pada hari yang sama. SMA Maitreya akan menghadapi SMA Mondial yang lolos ke final setelah lawannya di semifinal mengundurkan diri.

Dalam babak semifinal Batam Pos HSBL 2018 yang dilangsungkan di Hi Test Arena Batam, Sabtu (3/2), tim putra SMK Kartini berhasil menghempaskan SMA Djuwita dengan skor cukup telak 56-32.

Tempo permainan sudah berjalan tinggi dan cepat sejak awal-awal kuarter pertama. SMK Kartini sudah unggul 9-1 di akhir kuarter pertama ini.

Laga semakin berjalan seru dan menarik memasuki kuarter kedua. Permainan SMK Kartini yang dimotori sang kapten Nico dan center, Esha sanggup membuat repot pertahanan SMA Djuwita.

Semangat dan motivasi anak-anak Kartini semakin tinggi, usai sang kapten, Nico mencetak enam poin hasil dua kali melepaskan tembakan tiga poin beruntun. Hal itu semakin memperlebar jarak poinnya menjadi 42-25 pada akhir kuarter ketiga.

SMK Kartini semakin nyaman dan mendominasi ritme permainan di kuarter terakhir ini. meski pelatih SMK Kartini, David merotasi pemain-pemainnya, mereka tetap mengontrol jalannya laga hingga pertandingan berakhir. SMK Kartini menutup perlawanan SMA Djuwita dengan skor 56-32.

Pada partai semifinal lainnya, SMA Ananada berhasil membalas kekalahan mereka di final tahun lalu usai menekuk sang juara bertahan, SMA Maitreya dengan skor 56-40.

Pada babak semifinal putri, awal-awal kuarter pertama, tim SMA Maitreya dan SMA Maha Bodhikesulitan mengembangkan pola permainan. Terlihat baik SMA Maitreya maupun SMA Maha Bodhi masih memantau dan melihat kelemahan dan kekuatan masing-masing.

Meski begitu, SMA Maitreya mampu lebih unggul 5-0 lewat serangan balik atau fast break dan bertahan hingga kuarter pertama usai. Memasuki kuarter kedua, SMA Maireya tetap menjaga keunggulan poinnya dengan skor 11-2. SMA Maha Bodhi masih terlihat kesulitan menemukan formula dan strategi tepat untuk memberikan perlawanan kepada SMA Maitreya. Dua poin yang didapat anak-anak Maha Bodhi itupun berasal dari dua kali tembakan free throw.

Di kuarter ketiga, SMA Maitreya yang dimotori Evelyn sebagai point guard mulai mengontrol jalannya permainan. Berbanding terbalik dengan permainan anak-anak Maha Bodhi. Metta dan kolega terlalu berlama-lama memegang bola hingga waktu 24 detik habis. SMA Maitreya semakin menjauh dengan keunggulan poin menjadi 24-5 atas SMA Maha Bodhi pada akhir kuarter ketiga.

Keunggulan poin yang semakin jauh mambuat Evelyn dan kawan-kawan semakin nyaman dalam bermain di kuarter terakhir ini. Sebaliknya, permainan anak-anak Maha Bodhi seperti kebingungan dan kehilangan arah pola permainan.

Permainan Metta dan kolega tampak ragu-ragu dan bingung antara mau passing, shooting atau mendribel bola. Ditambah pertahanan SMA Maha Bodhi yang membiarkan pemain-pemain SMA Maitreya leluasa dalam bergerak maupun melepaskan tembakan.

SMA Maitreya menutup perlawanan SMA Maha Bodhi dengan kemenangan telak 40-9 dan bertahan hingga pertandingan usai.

Pemain SMA Maitreya sekaligus motor serangan, Evelyn menjadi Most Valuable Player (MVP) dalam laga kali ini. Setelah menyumbang 12 poin dan menjadikannya top skor pada partai semifinal tersebut.

Sementara itu, laga semifinal lainnya yang mempertemukan SMA Yos Sudarso melawan SMA Mondial terjadi keributan dan kericuhan. Pasalnya SMA Yos Sudarso memboikot pertandingan melawan SMA Mondial dan memilih mengundurkan diri sebelum laga berjalan. (oza)