batampos.co.id – Tahun ini, bidang Perindustrian di Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM dan Perindustrian Kabupaten Lingga mendapat kucuran dana dari Pusat sebesar Rp 11,6 miliar. Dana tersebut lanjutan dari program pembangunan Central Industri Kecil Menengah (IKM) di Desa Resang, Kecamatan Singkep Selatan.

“Dana tersebut lanjutan dari program IKM. Kamis pekan ini kami akan menghadiri rapat di Bogor untuk memjelaskan peruntukan seluruh dana tersebut dan mempertanggungjawabkan sejumlah pengerjaan tahun lalu,” kata Kabid Perindustrian M Rahmayadi ketika ditemui di Dabo Singkep, Selasa (6/2) pagi.

Dana tersebut, sambung Rahmayadi, diperuntukkan bagi biaya sejumlah kegiatan dan pembangunan. Antaranya, biaya DED fisik dan pengawasan menelan anggaran sebesar Rp 785 juta.

Selanjutnya, pembangunan fisik utama yakni terdiri dari pembangunan pengolahan minyak goreng, pembanguanan produksi pengolahan nata decoco, pembangunan lantai jemur coco pit, pembangunan produksi olahan briket arang dan pembangunan produksi olahan kopra menggunkan dana sebesar Rp 7,4 miliar.

Sedangkan Pembangunan sarana pendukung termasuk genset, jalan lingkungan, parkir, taman, gapura, pos jaga dan musolah mencapai dana sebesar Rp 1,9 miliar. Selanjutnya, pembangunan pengolahan instalasi pembuangan air limbah dan bangunan air bersih memerlukan dana sebesar Rp 345 juta.

“Untuk pembangunan pengelolaan instalasi air limbah dan bangunan pengelolaan air bersih kedua kegiatan ini akan di pecah menjadi dua kegiatan,” tambah Rahmayadi.

Tidak hanya itu, program IKM pada tahun ini juga meliput pengadaan mesin minyak goreng dan pengolahan sabut kelapa yang menyerap anggaran sebesar Rp 1,08 miliar.

Pada tahun sebelumnya, sambung Rahmayadi, program IKM ini telah berjalan dan pada tahap awal dibanguan tiga bangunan fisik yakni kantor, UPT dan pembangunan gudang produksi. Tahun lalu, program IKM di Kabupaten Lingga mendapat suntikan dana DAK dari Pusat sebesar Rp 4,8 miliar.

Saat ini, masih Rahmayadi, dilokasi tersebut telah dapat dilakukan kerja terutama dalam pengelolaan sabut kelapa. Sehingga pada tahun ini juga, dengan menggunakan APBD Kabupaten Lingga akan diadakan pelatihan sabut dijadikan sofa, sikat keset, dan pelatihan pembuatan minyak goreng. (wsa)

Respon Anda?

komentar