Anggota TNA AL sedang menjaga satu kapal bernama Sunrise Glory yang diduga melalukan pemalsuan identitas yang ditangkap oleh Guskamla Armabar saat ekpos di Pelabuhan Batuampar, Kamis (8/2). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kapal Patroli Gugus Keamanan Laut Armada Barat (Guskamlabar), KRI Sigurot 864, mengamankan kapal asal Taiwan, Sunrise Glory, di Selat Philip, Rabu (7/2) lalu. Kapal asing tersebut ditangkap karena menggunakan bendera Singapura saat memasuki laut Indonesia.

“Ini menyalahi aturan,” kata Komandan Guskamlabar Laksamana Pertama Bambang Irwanto saat ekspos di Pelabuhan Batuampar, Batam, Kamis (8/2) siang.

Petugas juga curiga, sebab saat didekati kapal tersebut berusaha menghindar dan kabur. “Dari situlah, kami diamankan petugas karena gerak-geriknya mencurigakan,” ujarnya.

Setelah dihentikan dan diperiksa, ternyata seluruh dokumen yang dibawa palsu atau hanya foto kopian saja. Dokumen tersebut menyatakan bahwa kapal tersebut adalah kapal tangkap ikan.

Tak itu saja. Kepada tim Guskamlabar, keempat awak kapal yang kesemuanya orang Taiwan ini mengaku kapal yang dinaikinya adalah kapal Indonesia. Setelah di cek, ternyata mereka memasang empat bendera yakni Singapura, Indonesia, Malaysia, dan Taiwan.

Hal tersebut dilakukan untuk penyamaran saja atau mengelabuhi petugas patroli laut di beberapa negara nantinya. “Kapal multi flag atau beragam bendera itu sudah menyalahi hukum laut internasional atau disebut UNCLOS. itu sudah masuk kategori kejahatan transnasional,” terang jenderal bintang satu ini.

Hal lain yang mencurigakan bagi petugas patroli Guskamlabar adalah jumlah kru kapal. Sebab jika benar kapal tersebut merupakan kapal ikan, maka tidak mungkin kru-nya hanya empat orang. “Hal itu sudah menunjukkan kebohongan dan tak masuk akal,” katanya.

Menurut Bambang, kapal tersebut sudah menjadi target operasi Satgas 115 TNI AL sejak tahun lalu. Sebab kapal tersebut diduga membawa barang terlarang seperti misalnya narkoba, barang selundupan, ataupun pencurian ikan.

Saat diamankan, kondisi kapal memang lagi kosong, tidak ada ikan hasil tangkapan kapal. Hanya ada tumpukan peralatan pencari ikan seperti bola pengapung di jaring ikan. Selanjutnya keempat awak kapal beserta kapalnya akan diserahkan ke Lanal Batam. (gas)

Respon Anda?

komentar