Iklan

batampos.co.id – PT Palindo Marine, Batam, kembali membuktikan diri sebagai perusahaan galangan kapal yang mampu membangun kapal-kapal berkelas dunia. Kali ini, perusahaan shipyard yang berlokasi di Sagulung tersebut sukses menyelesaikan dua kapal patroli canggih pesanan TNI Angkatan Laut (AL).

Iklan

Kedua kapal tersebut masing-masing kapal patroli keamanan laut (Patkamla) Pulau Yapen dengan nomor lambung I-10-21 dan kapal Patkamla Pulau Langkai I-6-63. Kapal-kapal sudah melalui uji coba berlayar (sea tried) dan diserahkan secara resmi ke pihak Badan Keamanan Laut (Bakamla), Jumat (9/2) siang. Serah terima dilakukan di lokasi galangan kapal PT Palindo Marine dari manajemen PT Palindo Marine kepada TNI Al yang dipimpin oleh Asisten Logistik (Aslog) Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) laksamana muda TNI Mulyadi.

Mulyadi mengatakan, kedua kapal patroli tersebut merupakan tipe kapal patroli perang (combat boat) yang pengoperasiannya lebih cenderung ke tingkal Lanal. Kapal dengan panjang 18,85 itu bertugas untuk mendukung kinerja kapal patroli keamanan laut lainnya yang panjangnya 40 meter ke atas.

“Penyerahan dan pertanggung-jawabannya tetap tingkat Lantamal, namun operasinya cenderung ke tingkat Lanal nanti. Kapal patroli kecil ini lebih cenderung untuk Lanal tipe C. Tugasnya ya mendukung kapal-kapal patroli besar lainnya,” jelas Mulyadi.

Dua kapal tersebut akan ditempatkan di wilayah kerja Lamtamal VI Makasar dan Lamtamal X Papua. Pengadaan dua kapal Patkamla tersebut, kata Mulyadi, merupakan upaya TNI AL untuk melengkapi armada kapal patroli di seluruh wilayah perairan Indonesia. Diakui Mulyadi, secara umum jumlah kapal patroli pendukung memang masih kurang. Dari 14 Lantamal yang ada baru memiliki 20-an unit kapal serupa. Padahal kebutuhan ideal kapal tersebut sekitar 60-an unit sebab ada 50 pangkalan dari 14 Lantamal yang ada.

“Minimal satu lantamal itu tiga unit. Kurangnya masih banyak karena pengoperasiannya ke juga harus merata ke tingkat pangkalan. Pangkalan yang ada termasuk Lanal diatas 50 an,” tuturnya.

Selain kapal patroli jenis combat itu kekurangan serupa kata Mulyadi juga terjadi pada jenis kapal patroli 40 meter. Saat ini pihaknya baru memiliki 24 unit kapal patroli 40 meter. Jumlah tersebut memang belum ideal sebab ditambah dengan kapal patroli tua lainnya baru mencapai angka 80 persen.

“Memang masih banyak kekurangan. Tapi bagaimanapun kita tetap maksimal menjalankan tugas dan fungsi sebagai pengaman wilayah peraiaran. Mudah-mudahan tahun-tahun berikut ada pengadaan lagi sebab target pengadaan kapal-kapal pertahanan ini sampai tahun 2024,” tuturnya.

Terkait dua kapal yang baru dibangun PT Palindo Marine itu, diakui Mulyadi merupakan tipe kapal patroli kecil yang lincah dan tangguh. Kapal dengan kecepatan mencapai 40 knot itu dipastikan mampu mendukung kinerja kerja kapal-kapal patroli besar lainnya.

Keunggulan lainnya, kapal tersebut dibangun dengan bentuk yang lebih ramping hasil mofifikasi dari desain kapal-kapal patroli sebelumnya. Selain peralatan terbaru yang lebih canggih, tentunya kapal ini juga dilengkapi persenjataan yang mutakir.

“Untuk senjata nanti ada dinas kami sendiri yang pasang,” ujarnya.

Rampungnya pembangunan dua unit kapal Patkamla diapresiasi oleh Mulyadi. Dia mengaku bangga karena PT Palindo Marine mampu menyelesaikan kapal-kapal tersebut sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan dan tepat waktu.

“Itu kami apresiasi dan harapan kami agar ke depannya tetap berkomitmen seperti ini. Mutu dan waktu (pengerjaan) tidak boleh diabaikan agar kita semakin dipercaya,” harap Mulyadi kepada pihak PT Palindo Marine.

Menanggapi itu, Presiden Direktut PT Palindo Marine Hermanto mengaku sudah menjadi komitmen PT Palindo Marine untuk selalu profesional dalam menjalankan amanah dan kepercayaan yang diberikan pemerintah tersebut.

“Sudah banyak kapal negara yang kami kerjakan dan tak pernah mengecewakan. Ini sudah komitmen kami untuk memberikan yang terbaik buat negara ini,” tutur Harmanto.

Lebih lanjut Harmanto menyebutkan, bahwa kedua kapal yang sudah diserah-terimakan itu sudah dikerjakan dengan baik sesuai spesifikasi yang ditentukan. Rampungnya dua kapal negara itu merupakan kebanggan tersendiri, sebab dikerjakan oleh putera puteri bangsa.

“Ini 100 persen buatan anak bangsa. Ini bukti bahwa kita tak lagi bergantung dengan negara lain,” tuturnya.

Untuk itu Harmanto berharap agar segala kebutuhan kapal negara ke depannya harus dipercayakan kepada perusahaan-perusahaan lokal yang ada khususnya PT Palindo Marine sendiri. (eja)