batampos.co.id – Wakil Ketua Komisi II DPRD Batam, Sallon Simatupang menilai rendahnya pertumbuhan ekonomi di tahun 2017 mengambarkan daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. Padahal bila berkaca di tahun-tahun sebelumnya pertumbuhan ekonomi Batam selalu di atas nasional.

“Kalau nasional pertumbuhan ekonomi 5,07 persen, sementara kita 2,01 persen. Artinya daya beli masyarakat belum pulih,” kata Sallon, kemarin.

Padahal, kata Sallon, akhir tahun lalu pemerintah mengatakan perkembangan perekonomian membaik dan daya beli akan naik. Tapi sebenarnya tidak, masyarakat hanya memenuhi kebutuhan mendasar pada bulan Desember jelang natal tahun baru. Bukan menggambarkan kondisi rill yang sebenarnya.

“Karena itu kebutuhan yang memaksa. Sehingga terjadi pembelian yang bukan kebutuhan keseharian. Tetapi kebutuhan jelang tahun baru,” katanya.

Bahkan ia merasakan sendiri penurunan daya beli masyarakat saat ini. Masyarakat kalangan menengah ke bawah harus melakukan pengiritan lantaran tidak memiliki penghasilan karena tidak bekerja.

“Daya beli untuk sembako saja sangat berkurang karena sudah pasti ada pengiritan,” lanjutnya.

Kepada pemerintah daerah ia berharap duduk bersama bagaimana mencari solusi meningkatkan kembali perekonomian di Batam. Selain itu ia melihat BP Batam harus mampu mendatangkan investor, karena tidak dipungkiri sejak beberapa tahun terakhir banyak perusahaan yang hengkang dan tutup.

“Kita sama-sama berbenah, ini kenapa. jika memang ada regulasi yang dianggap menghambat proses investasi sama-sama direvisi,” tuturnya.

Selain itu ia meminta agar belanja modal pemko Batam bisa dipercepat, baik itu proses pengerjaan fisik dan sebaginya. Sehingga secara tidak langsung juga mempengaruhi daya beli masyarakat.

“Walaupun persentasenya tidak signifikan tapi ini mampu meningkatkan daya beli,” jelas dia.

ilustrasi

Ia menambahkan, untuk belanja modal pemko Batam tahun ini sebesar Rp 1,2 triliun, dimana Rp 800 miliarnya adalah belanja fisik.

“Komponen pemerintah kota, BP Batam, harus sama-sama berbenah dan mecari solusi meningkatkan kembali daya beli masyarakat. Karena bagaimana pun ketika daya beli ini tetap rendah, jangan harap pertumbuhan ekonomi kita bisa membaik,” pungkasnya. (rng)

Respon Anda?

komentar