Iklan

batampos.co.id – Pemerintah Karimun telah mengusulkan rehab rumah kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 1.075 unit yang tersebar di delapan kecamatan. Rehab dikhususkan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kabupaten Karimun

“Ini baru kita usulkan 1.075 unit yang akan menerima bantuan stimulan perumahan swadaya. Mudah-mudahan, dapat direalisasi 100 persen,” kata Kepala Bidang Perumahan, Kawasan Permukinan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Kebersihan Karimun (DPKPK) Rita Agustina, kemarin (12/2).

Usulan tersebut saat ini tinggal dilakukan verifikasi dari tim satker penyedia perumahan yang ada di provinsi sebagai perwakilan dari pemeritah Pusat untuk mengecek 1.075 unit rumah yang satu sama lainnya, dipastikan tidak sama bantuannya. Artinya, tim tersebut melakukan verifikasi rumah induk masuk dalam kategori bantuan yang mana. Sebab, ada tiga kategori bantuan yang diberikan dari pusat pertama bantuan rehab berat dengan nilai angkanya mencapai Rp15 Juta, kedua rehab sedang Rp10 Juta dan rehab ringan Rp7.5 Juta satu unit masing-masing.

“Nah, disini masyarakat jangan salah artikan. Kita salurkan bukan dalam bentuk uang, tapi dalam bentuk material bangunan. Dan dikerjakan secara swadaya tanpa ada biaya upah tukang,” tegasnya.

Masih kata Rita lagi, dari delapan wilayah kecamatan yang telah diusulkan untuk mendapatkan BSPS. Kecamatan Moro yang paling banyak ada 387 unit, disusul kecamatan Belat 244 unit, kecamatan Kundur 153 unit, kecamatan Kundur Barat 101 unit. Selanjutnya, kecamatan Durai 69 unit, kecamatan Karimun 52 unit, kecamatan Utara 40 unit dan kecamatan Meral Barat 29 unit.

“Yang dibantu rumah induk saja dengan ukuran 6×6 meter. Selebihnya tidak, tinggal bagaimana pemilik rumah dapat memanfaatkan bantuan material tersebut kalau ada sisa,” ujarnya.

Sementara program yang sama ditahun 2017 lalu, kabupaten Karimun mendapatkan 606 unit untuk MBR yang nilainya mencapai Rp8 Miliar lebih untuk empat kecamatan yaitu kecamatan Buru, Belat, Kundur dan Kundur Barat. Dengan adanya bantuan tersebut, masyarakat merasa terbantuan untuk membangun rumah layak huni.

Alhamdulillah, pada tahun lalu sudah terealisasi dan hasilnya cukup bagus. Dan masyarakat yang mendapatkan bantuan, sangat berterimakasih kepada Pemerintah,” ungkanya. (tri)