Warga mengurus SKCK di unit intelkam Polsek Batuaji
Foto. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pengurusan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di Kecamatan Batuaji mulai berjalan lancar. Warga tak perlu lama lagi menunggu pengurusan fisik e-KTP seperti tahun-tahun sebelumnya. Itu karena belum lama ini, kecamatan Batuaji mendapatkan 10 ribu blangko e-KTP. Sekitar sembilan ribu berkas pengurusan e-KTP yang masuk dari tahun 2016 lalu mulai dicetak secara bertahap. Sebagian besar warga mulai bernapas legah karena e KTPnya sudah jadi.

Lancarnya pengurusan e-KTP itu langsung berdampak pada meningkatnya permintaan pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polsek Batuaji. Warga yang sudah lama menantikan fisik e-KTP berlomba-lomba melengkapi berkas lamaran pekerja mereka termasuk SKCK.

Petugas pelayanan SKCK Polsek Batuaji Kiki mengakui, adanya peningkatan permintaan pengurusan SKCK sejak lancarnya percetakan fisik e-KTP di kecamatan Batuaji itu. “Iya memang agak ramai. Sudah seminggu ini. Hari ini sudah 50 an berkas yang masuk,” ujar Kiki, Senin (12/2).

Suasana tersebut diakui Kiki memang berbeda dengan hari-hari sebelumnya yang mana permintaan SKCK paling banyak 30 berkas setiap harinya. “Itupun sudah termasuk yang KTP luar pakai surat domisili di sini,” ujarnya.

Namun semenjak lancarnya pengurusan e KTP di Kecamatan, pemohon SKCK umumnya adalah pemegang e KTP yang beralamat di Batuaji.

Pantauan Batam Pos di lapangan, terlihat antrean panjang di loket pelayanan SKCK Polsek Batuaji sepanjang hari kemarin. Warga terlihat silih berganti mendatangi loket tersebut. Antrean pemohon kian bertambah panjang sebab pelayanan SKCK sempat terhenti karena listrik padam.

Samsudin seorang pemohon mengaku baru mengurus SKCK karena e-KTPnya baru didapat akhir pekan lalu. “Hari Jumat kemarin baru dapat, makanya hari ini langsung urus SKCK untuk melamar (pekerjaan),” ujar warga Puskopkar, Batuaji itu.

Camat Batuaji Ridwan mengakui jika percetakan fisik e KTP di kecamatan Batuaji saat ini sudah berjalan normal. Itu karena pihaknya sudah mendapat 10 ribu blanko dari pemerintah pusat belum lama ini.”Berkas yang masuk ada sekitar sembilan ribu dan alhamdulilah saat ini kita punya 10 ribu blanko. Semua akan dicetak secepatnya,” ujar Ridwan. (eja)

Respon Anda?

komentar