Iklan
Kepala Imigrasi Kelas I Khusus Kota Batam, Lucky Agung Bintarto
foto: Cecep Mulyana

batampos.co.id – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam mendeportasi 138 warga negara asing (WNA). Warga negara yang terbanyak dideportasi datang dari Vietnam sebanyak 74 orang.

“Angka ini jauh lebih tinggi dibanding tahun 2016 sebanyak 104 orang,” kata Kepala Imigrasi Kelas I Khusus Kota Batam, Lucky Agung Bintarto, Senin (12/2).

Selain WNA asal Vietnam, negara asal WNA yang paling banyak dideportasi antara lain ada yang dari Malaysia sebanyak 11 orang, Singapura sebanyak 12 orang, Thailand lima orang, Filipina Dua orang serta negara lainnya 34 orang.

Sedangkan untuk tahun 2016, WNA India paling banyak dideportasi sebanyak 26 orang. Selain India, ada juga dari Singapura 20 orang, Tiongkok 15 orang, Malaysia 10 orang Vietnam tujuh orang dan negara lainnya 26 orang.

Untuk penolakan izin masuk penumpang WNA, Lucky mencatat hingga Oktober 2017 ada sebanyak 313 orang. WNA yang ditolak terbanyak berasal dari India berjumlah 73 orang. Kemudian dari Tiongkok 60 orang, Singapura 33 orang, Filipina 25 orang, Bangladesh 14 orang, Sri Langka 14 orang, Malaysia 13 orang, Nepal 10 orang, Ghana delapan orang, Pakistas tujuh orang dan negara lain 56 orang.

“Untuk tahun 2016, penolakan izin masuk sebanyak 424 orang dan terbanyak datang dari Tiongkok sebanyak 107 orang,” ujarnya.

Lucky kemudian melanjutkan pada 2016, ada sejumlah WNA yang ditolak antara lain WNA dari India yang ditolak masuk ke Kota Batam sebanyak 82 orang, Singapura 50 orang, Sri Langka 31 orang, Filipina 18 orang, Pakistan 17 orang, Bangladesh 14 orang, Malaysia 14 orang, Mesir delapan orang, Eriteria tujuh orang dan negara lainnya 76 orang.

Setahun sebelumnya, jumlah WNA yang ditolak masuk ke Batam berjumlah 814 orang dan didominasi dari Tiongkok dengan jumlah 188 orang.

Kemudian India 138 orang, Singapura 155 orang, Filipina 80 orang, Bangladesh 55 orang, Malaysia 42 orang, Myanmar 20 orang, Sri Langka 19 ornag, Vietnam 19 orang, Thailand 13 orang dan negara lainnya 125 orang. “Di 2014 jauh lebih banyak yaitu 2.160 orang dan di dominasi WNA Singapura 507 orang,” katanya.(leo)