Iklan

batampos.co.id – Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti mengatakan, kehadiran TNI Angkatan Laut di Natuna sangat diandalkan menjaga keamanan dan kenyamanan di laut Natuna Utara berbatasan laut Cina Selatan.

Pulau Natuna kata Ngesti, memiliki ciri khas tersendiri dari daerah lain di Indonesia, terutama dalam segi cuacanya yang tidak bisa diprediksi. Sehingga kehadiran TNI AL beserta kapal perang di perairan pulau terluar di Natuna sangat diharapkan. Mengingat, aja rawan terjadi pencurian ikan oleh nelayan asing yang meresahkan nelayan lokal.

“Musim cuaca buruk akan terjadi setiap tahun yang menakutkan bagi nelayan tradisional. Tapi bagi nelayan asing adalah waktu yang tepat menjarah ikan di laut Natuna. Siasat nelayan asing ini, TNI AL sangat diandalkan di laut Natuna,” ujar Ngesti saat menghadiri pisah sambut Danlanal Ranai Kolonel Laut (P) Tony Herdijanto kepada Letkol Laut (P) Harry Setyawan di rumah makan Sisi Basisir, Sabtu (10/02) malam kemarin.

Menurutnya, personil TNI yang ditugaskan di Natuna, merupakan orang-orang pilihan yang siap untuk menghadapi segala tantangan yang terjadi di Natuna, secara letaknya berada ditengah negara-negara di Asean.

Ngesti menyebutkan, Natuna mulai diperhatikan oleh Pemerintah Pusat, pasca terjadinya konflik internasional di Laut China Selatan, yang memang berbatasan langsung dengan Natuna.

Dikatakan Ngesti, di Natuna pembangunan di bidang Hankam dan perikanan terus di gesa. Tinggal migas, pariwisata serta lingkungan hidup. Untuk migas, Pemerintah Daerah berencana mengusul ke pusat, agar di Natuna di bangun kilang pengolahan. Sehingga terbuka lapangan kerja dan terdongkrak ekonomi masyarakat Natuna.

“Natuna merupakan daerah yang sangat diperhitungkan, lantaran menjadi beranda terdepan ujung Utara NKRI. Yang sekarang dipersiapakan menjadi pusat keamanan dan pertahanan diwilayah perbatasan,” ujar Ngesti.(arn)