Iklan
Petugas dari Kepolisian bersama anggota Koramil sedang melakukan olah TKP di dapur Lilawati yang meledak. F. Aulia Rahman/Batam Pos.

batampos.co.id – Penyebab tewasnya Lilawati,36, ibu empat anak warga Desa Teluk Buton Natuna, Senin (12/2) kemarin, diduga kuat disebabkan serpihan amunisi yang meledak, saat membakar ikan di dapur.

Polisi yang melakukan olah TKP menemukan serpihan amunisi dan selongsong amunisi yang masih aktif dirumah korban. Namun dalam rilis pers, pihak Kodim belum mematikan jenis serpihan peledak (muhandak) yang ditemukan di TKP dapur meledak.

Dalam keterangan pers Kodim 0318 Natuna menyatakan, amunisi aktif yang ditemukan dirumah korban dikumpulkan anak korban, Rudi, 12 dan rekannya untuk dijual.

“Ada muhandak dikumpulkan anak-anak untuk di jual kembali dan tidak melaporkan ke Babinsa. Muhandak sering dicari lalu dikumpulkan dirumah korban,” kata Dandim, Letkol Inf Yusuf Rizal.

Dandim mengatakan, bahwasanya untuk DANRAMIL, BABINSA serta Personil KODIM 0318 Natuna untuk menseterilakan kembalikan Lokasi dan sasaran yang dijadikan tempat sasaran tembak pada saat latihan ANCAB dan PPRC sebelumnya.

Serta mensosialisasikan dan mengimbau kembali kepada masyarakat agar tidak menyimpan muhandak dan apabila telah menyimpan atau menemukan agar menyerahkan kepada BABINSA setempat atau aparat keamanan Terkait.

“Setelah kejadian itu, tiga muhandak aktif diserahkan anak anak, sekarang diamankan di Kodim,” ujar Dandim.(arn)