Iklan
Pemotor melintas di Jlaan Brigjen Katamso arah Pelabuhan Sagulung, Selasa (13/2). Warga mengharapkan DLH menyediakan pembungan sampah sementara supaya sampah tidak berserakan di tepi jalan. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Permasalahan sampah masih Sejumlah warga Batam terbiasa membuang sambah sembarangan. Tak heran, jika tumpukkan sampah berserakan di tepi jalan, seperti yang terlihat di sisi kiri dan kanan di jalan menuju Pelabuhan Rakyat Sagulung.

Setidaknya, ada tiga titik tumpukan sampah di lokasi tersebut. Sebagian besar berupa bungkusan-bungkusan plastik. Ada yang masih utuh terikat. Ada juga yang sudah robek di sana-sini. Suyanto, warga sekitar mengaku sampah di tepi jalan itu datang dari pengendara yang melintasi. Mereka membawa bungkusan-bungkusan plastik, lalu sambil melintas, mereka melempar sampah ke tepi jalan itu.

“Sambil lewat sambil lempar sampah. Itu sering terjadi di sini,” ujar Suyanto, Selasa (13/2).

Dia mengatakan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya sepertinya memang masih kurang. Selain itu, masyarakat sekitar juga terpaksa membuang sampah di tepi jalan, lantaran pemerintah tidak menyediakan bin kontainer di sekitar pemukiman mereka.

“Di sini tak ada bin kontainer. Maunya simpan satu biar warga di sini tak buang sembarangan,” katanya.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam mencatat sedikitnya ada 54 tempat pembuangan sampah sementara (TPS) liar yang tersebar di sembilan kecamatan yang ada di mindland (perkotaan,red).

“Dari 54 itu sudah ada beberapa yang kami tutup,” kata Kepala Bidang Persampahan, DLH Batam, Faisal Novrieco, belum lama ini.

Ia mengakui kesulitan untuk menertibkan keberadaan TPS liar tersebut. Meski sudah dipasang tulisan dilarang buang sampah, masyarakat tetap saja melakukannya.

“Ini selalu terjadi, ketika kami tutup tiga muncul TPS liar yang baru,” sebutnya.

Ia menyebutkan lokasi yang sering dijadikan TPS liar berada di pinggir jalan, karenanya keberadaan TPS liar ini sangat mengganggu. Beberapa waktu lalu bersama dengan lurah pihaknya sudah meminta untuk mengumpulkan data wilayah yang belum terlayani pengangkutan sampah.

“Hal ini untuk meminilisir munculnya TPS liar, jadi kami berusaha untuk mengoptimalkan pelayanan,” imbuh Faisal. (une)