Warga membeli sayuran di Pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji.
Foto. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam akan melakukan survei biaya hidup (SBH)tahun 2018 ini. Sebanyak dua ribu rumah tangga yang ada di Batam akan dilibatkan dalam menyukseskan SBH ini.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Rahyudin mengatakan survei akan dilakukan setiap tiga bulan sekali. Dalam satu kali turun, pihaknya akan menyurvei sekitar 500 rumah tangga yang tersebar di Kota Batam.

“Jadi ada empat kali survei yang akan kami lakukan dalam tahun ini,” ujarnya.

Dia menyebutkan saat ini terdapat sedikitnya 350 rumah tangga yang ada di Batam. Sebelumnya Batam termasuk salah satu kota dengan biaya hidup yang cukup tinggi.

Ia menjelaskan responden nantinya berawal dari berbagai kalangan mulai dari kalangan menengah ke bawah hingga kalangan elit sekaligus. Menurutnya responden sudah ditentukan dari pusat berdasarkan blok sensus. Petugas melakukan survei ke nama-nama yang sudah ditentukan tersebut.

Rahyudin mengungkapkan aspek yang disurvei nanti diantaranya, biaya pengeluaran konsumsi rumahtangga baik makanan maupun non makanan. Ia menjelaskan semua yang berhubungan dengan ini akan dicatat serta apakah pembeliaanya menggunakan aplikasi atau tidak.

“SBH ini dilakukan setiap lima tahun sekali. terakhir tahun 2012 lalu. Tentu sudah banyak perubahan apalagi gaya hidup. Seperti kemunculan aplikasi seperti Go Food. Ini kan memudahkan mereka yang ingin menginginkan sesuatu tapi tidak beranjak dari tempatnya berada,” terangnya.

Rahyudin mengatakan tahun ini SBH dilaksanakan di 90 kota. Terdiri dari 34 ibukota provinsi, dan 56 lainnya di luar ibukota provinsi seperti Batam. Total jumlah sampel responden di seluruh Indonesia yakni 141.600 rumah tangga.

Hasil dari survei ini akan dijadikan acuan untuk menghitung indeks harga konsumen (IHK). Persentase perubahan IHK inilah yang dikenal sebagai inflasi. Jadi dapat dikatakan SBH ini merupakan dasar dari penghitungan inflasi setiap bulannya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau (BI Kepri), Gusti Raizal Eka Putra berharap masyarakat yang menjadi sampel bisa memberikan data sebenarnya. Sehingga hasil survei bisa sesuai dengan kondisi masyarakat saat ini dan didapat penghitungan inflasi yang benar.

“Data yang disampaikan nanti tentu sangat penting bagi perhitungan biaya hidup hingga inflasi di Batam,” kata Gusti.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, nantinya tim survei yang akan turun lebih dahulu melapor kepada ketua RT setempat mengenai responden yang akan dilibatkan dalam perhitungan SBH ini.

“Jadi semuanya terlibat, hal ini untuk memberikan rasa aman juga terhadap responden nantinya. Kegiatan ini harus diketahui RT setempat,” tutupnya.(yui)

Advertisement
loading...