Sejumlah pekerja sedang melakukan bongkar muat barang dari kapal di Pelabuhan Batuampar.
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Memasuki awal tahun 2018, nilai ekspor Kepri mengalami penurunan sebesar 15,7 persen dibanding Desember 2017 lalu. Penurunan terjadi hampir di setiap sektor, baik migas seperti hasil minyak dan minyak mentah. Begitu juga sektor non migas semisal hasil industri, hasil pertanian dan tambang.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, Panusunan Siregar mengaku, ekspor migas Januari 2018 misalnya, sebesar 297,55 juta dolar Amerika atau turun 7,29 persen dibanding Desember 2017. Ekspor non migas sebesar 626,30 juta dolar Amerika juga mengalami penurunan sebesar 19,19 persen dibanding Desember 2017.

Peran ekspor terbesar masih sektor non migas yang memiliki peran 67,79 persen dari total nilai ekspor. Semntara Ekspor nonmigas HS 2 digit terbesar adalah golongan barang mesin atau peralatan listrik (85) sebesar 199,10 juta Dolar Amerika.

“Ekspor ke Singapura pada bulan Januari 2018 mencapai nilai terbesar yaitu 486,92 juta Dolar Amerika dengan kontribusi mencapai 52,71 persen,” ujar Panusunan, Kamis (15/2).

Sementara itu nilai ekspor Januari 2018 terbesar melalui Pelabuhan Batu Ampar sebesar 296,38 juta dolar Amerika. Disusul Pelabuhan Sekupang 192,73 juta dolar Amerika, Pelabuhan Tarempa 181,27 juta dolar Amerika, Pelabuhan Kabil 126,74 juta dolar Amerika dan Pelabuhan Belakangpadang 112,5 juta dolar Amerika.

Serupa dengan ekspor, nilai impor Kepri pada Januari 2018 juga mengalami penurunan sebesar 15,41 persen, atau berada diangka 842,3 juta dolar Amerika. Selama Januari 2018 impor nonmigas terbesar adalah golongan peralatan listrik dengan nilai 277,5 juta dolar Amerika atau 38,7 persen dari total impor nonmigas.

“Negara pemasok barang impor terbesar pada Januari ditempati oleh Singapura dengan nilai 303,33 juta dolar Amerika, dengan konstribusi 36,01 persen,” sebutnya.

Sedangkan pelabuhan bongkar barang impor terbesar selama Januari adalah Pelabuhan Batu Ampar dengan nilai impor sebesar 408,26 juta dolar Amerika dan Pelabuhan Sekupang dengan nilai 235,04 juta dolar Amerika.

“Konstribusi kedua pelabuhan ini mencapai 76,37 persen dari total impor,” terang Panusunan. (rng)

Advertisement
loading...