Sejumlah warga Tionghoa melaksanakan sembahyang menyambut Imlek di Vihara Bahtera Sasana Tanjungpinang, Jumat (16/2). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Perayaan Tahun Baru Imlek 2569 di Tanjungpinang berlangsung meriah dan hangat, Kamis (16/2). Meriah karena ada panggung besar di Jalan Merdeka yang menyajikan hiburan silih berganti. Hangat karena terasa harmoni para pemeluk agama di ibu kota Provinsi Kepri ini.

Iklan

Harmoni ini sudah terjalin selama 15 tahun. Dan selama itu pula tidak pernah terjadi gesekan antarpemeluk agama di Tanjungpinang. Semangat harmoni perayaan Tahun Baru Imlek ini yang harus dibawa dalam menyambut pelaksanaan pemilihan kepala daerah tahun ini.

Ketua Walubi Kepri, Hengki Suryawan kepada seluruh warga yang merayakan Tahun Baru Imlek agar turut serta dalam menyukseskan pelaksanaan Pilkada tengah tahun nanti. Bahwasanya semua lapisan masyarakat, kata dia, punya peran yang penting dalam menyukseskan pesta demokrasi lima tahunan itu.

“Dan yang paling penting jangan sampai mudah terpancing isu-isu yang bertujuan memecah-belah harmoni bermasyarakat di Tanjungpinang. Harmoni Imlek ini harus dibawa sampai harmoni Pilkada nanti,” kata pria yang juga pengusaha besar di Tanjungpinang ini.

Pada hari pencoblosan, sambung Hengki, semua warga yang punya hak suara diharapkan bisa meluangkan waktu untuk pergi ke Tempat Pemungutan Suara dan menyalurkan hak pilihnya. Kata dia, sudah tidak zaman lagi apatis terhadap Pilkada yang bisa berdampak selama lima tahun ke depan.

“Jangan pula karena perbedaan pilihan calon wali kota kita lantas terpecah belah. Sudah nyata bahwa harmoni dalam perbedaan ini sudah berlangsung sejak lama dan mari kita rawat bersama,” ajak Hengki.

Penjabat Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza juga menyuarakan hal yang sama. Harmoni keberagaman di Tanjungpinang adalah modal besar menyambut pesta demokrasi lima tahunan. Pada pelaksanaan Pilkada nanti, Ariza berharap, setiap warga semakin cerdas jika mendapati isu-isu yang mengarah pada disintegrasi dan destruktif terhadap kenyamanan hidup bermasyarakat di Tanjuungpinang.

Ariza bahkan menerangkan bahwa tugasnya selama meneraju kepemimpinan di Pemko Tanjungpinang sepanjang sembilan bulan ke depan adalah memfasilitasi terselenggaranya Pilkada Tanjungpinang yang damai, aman, tertib, dan nyaman.

“Tidak bisa cuma omong saja. Tapi perlu dukungan bapak-ibu semua. Seperti kata Pak Hengky tadi, kita semua yang hadir di sini adalah saudara dalam menuju Tanjungpinang yang lebih nyaman untuk ditinggali,” ucap Ariza.

Unsur kekeluargaan dan silaturahmi, sambung Ariza, mesti menjadi ikatan kuat satu sama lain dalam menyambut Pilkada. Ariza tak ingin, perbedaan pilihan pada pemilu ini justru memperpecah-belah satu sama lain.

“Itulah mengapa semangat perayaan Imlek yang harmonis ini mesti kita bawa sampai pelaksanaan Pilkada dan seterusnya,” pungkasnya. (aya)