Ilustrasi migas. Foto: istimewa

batampos.co.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) optimis proyek hulu migas yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) akan terus berjalan. Dari 5 proyek hulu migas yang masuk dalam PSN ada 1 yang masih belum memasuki tahap konstruksi yakni Proyek Pengembangan Lapangan Abadi Masela.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial mengatakan pihaknya masih optimis proyek hulu migas yang masuk PSN bisa terus berjalan. Meski ia tetap menyerahkan keputusannya ke Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

“Kami sebagai regulator harus fasilitasi mempercepat agar semua on time. Kan sudah hasil revisi-revisi kan memang apa adanya yang penting semua berjalan,” kata Ego.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2017 ada 5 proyek hulu migas yang masuk PSN.

Pertama, Jambaran Tiung Biru di Blok Cepu, Jawa Timur. Kedua, Train 3 Tangguh di Papua Barat. Ketiga, Blok Masela di Laut Arafuru. Keempat, pengembangan lapangan Gendalo, Maha, Gandang, Gehem, Bangka yang masuk ultra laut dalam (Indonesian Deepwater Development/ IDD) yang dikerjakan oleh Chevron Indonesia dan Jangkrik di Blok Muara Bakau Kalimantan Timur. Kemenko Bidang Perekonomian akan mengevaluasi seluruh proyek PSN.

Seluruh proyek PSN yang belum masuk tahap konstuksi pada 2019 akan dicoret dalam PSN. Salah satunya proyek di Jambaran Tiung Biru di Blok Cepu, Jawa Timur sudah ground breaking dan masuk tahap rekayasa, pengadaan dan konstruksi (EPC) untuk fasilitas pemrosesan gas. Proyek ini ditargetkan beroperasi 2020. Kemudian adapula Proyek Jangkrik di Blok Muara Bakau di Kalimantan Timur telah berproduksi sejak Juli tahun lalu.

Lalu, ProyekTangguh Train 3 di Papua Barat juga telah masuk tahap konstruksi yakni dalam persiapan rekayasa, pengadaan dan konstruksi (EPC). Targetnya proyek yang digarap BP ini beroperasi kuartal II 2020. Kapasitas produksi proyek ini sebesar 700 mmscfd atau sekitar 3,8 juta ton per tahun (MTPA). Selain itu, untuk proyek ultra laut dalam (Indonesia Deepwater Development/IDD) untuk lapangan Bangka juga sudah berproduksi.

Tetapi, Lapangan Gendalo dan Gehem yang dikerjakan oleh Chevron Indonesia masih tahap studi kelayakan pekerjaan keteknikan dan desain proyek. Sedangkan proyek Lapangan Abadi di Blok Masela hingga kini masih dalam tahap proses revisi rencana pengembangan lapangan (PoD) pertama. Tahapan ini terdiri dari beberapa pekerjaan seperti proses pengadaan desain awal (pree-FEED) dan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) oleh Inpex dan tahap klasigikasi lokal potensial fasilitas produksi darat. (vir/jpg)

Advertisement
loading...