Properti Batam

Terpuruk pada 2017, sejumlah ahli feng shui memprediksi ekonomi Batam akan lebih cerah di 2018. Namun beberapa sektor butuh kerja keras untuk bangkit.

Simpang Martabak HAR di Komplek Bumi Indah Nagoya Batam, sesak dengan ribuan orang berkumpul menyambut pergantian tahun baru Imlek 2569, Kamis (15/2) malam.

Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat Batam turut menghadiri perayaan Imlek yang digelar Paguyuban Sosial Masyarakat Tionghoa Indonesia (PSMTI) Batam itu. Antara lain Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo, Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, Ketua PSMTI Kepri Eddy Hussie, dan Ketua PSMTI Kota Batam Randy Tan.

Di hadapan mereka, terduduk seekor naga Liong dengan mata tertutup. Seperti tanpa tenaga. Lukita, Muhammad Rudi, Jumaga Nadeak, Eddy Hussie, dan Randy Tan kemudian bangkit bersama dan mendekati naga Liong itu. Mereka, dengan aba-aba dari pembawa acara, bersama-sama menyalakan mata naga Liong. Mata sang naga pun menyala berwarna merah dan bangkit. Bergerak penuh tenaga dan meliuk lincah.

Dalam budaya Tionghoa, naga Liong melambangkan kebaikan, kemakmuran, dan kesuksesan. Denga simbol naga Liong ini, para pemangku kepentingan dan masyarakat berharap ekonomi Batam pada tahun Anjing Tanah ini membaik dan semakin jaya. Ya, berdasarkan kalender Tionghoa, tahun ini adalah pergantian dari tahun Ayam Api ke tahun Anjing Tanah.

Ahli feng shui Batam, Hang Teng Tjai atau lebih dikenal dengan nama Kak Tije, menyebut makna tahun Anjing Tanah merupakan tahun pembawa keberuntungan dan menjadi penyemangat untuk setahun ke depan.

Anjing, lanjutnya, punya karakter yang setia, ramah, dan konsisten. Jika melihat karakter anjing dan sebagai lambang yang mewakili shio anjing dengan unsur tanah.

Tanah, lanjutnya, dipakai untuk melambangkan kemakmuran karena unsur hara-nya memberikan kehidupan. Jadi tahun ini banyak masyarakat, terutama etnis Tionghoa, yang optimistis menjalani tahun Anjing Tanah selama satu tahun ke depan.

“Dengan karakter shio ini, banyak orang yang optimistis. Akan ada kemakmuran lebih baik. Dengan karakter anjing ini akan lebih konsisten,” ujar akademisi dan pemilik Sekolah Tije Club ini, Kamis (15/2).

Jika dihubungkan dengan kondisi ekonomi Batam pada tahun mendatang, shio Anjing Tanah memberikan harapan. Memang, kata Tije, satu atau dua tahun belakangan kondisi ekonomi Batam menurun sekali. Hal itu disebabkan kondisi ekonomi global yang juga kurang bagus.

Secara pribadi ia melihat, pergerakan ekonomi Batam akan bagus dan meningkat secara perlahan, namun pasti. Begitu pula dengan dunia industri Batam diprediksi akan bangkit lagi.

Menurut Tije lagi, industri ada kaitannya dengan negara lain atau antarnegara. Apalagi Batam. Rata-rata industri di Batam banyak berasal dari penanaman modal asing. Banyak pula hasil industri berorientasi ekspor. Jadi kebangkitan industri Batam tidak bisa hanya dilihat dari sisi lokal (Batam) saja, tetapi ada keterkaitan dengan elemen-elemen lain.

Ilustrasi apartemen mewah (Dok. Jawa Pos)

Dengan kondisi negara tetangga di Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand. Bahkan dengan kondisi negara Asia lainnya, hingga Eropa dan Amerika. Atau lebih tepatnya pengaruh global.

“Dengan keyakinan kita tahun ini dan ada pembenahan-pembenahan. Lalu keyakinan kita lebih baik, seperti yang saya katakan slow but sure (industri Batam akan lebih baik),” ujarnya.

Lalu bagaimana dengan bisnis properti? Tije langsung tersenyum ceria dan berapi-api ia menyebutkan bisnis ini akan bagus pada tahun Anjing Tanah. Ia melihat banyak pengembang perumahan, terutama dari kalangan etnis Tionghoa, mulai lebih semangat. Muncul gairah menjalankan bisnis propertinya.

“Karena tahun Anjing Tanah, saya melihatnya bagus. Banyak developer yang membuat MoU dan saya lihat mereka sudah membuat strategi dan pemasaran. Bahkan perancangan pembangunan memasuki tahun ini,” jelas Tije.

Pengembang properti sudah ancang-ancang untuk membangun perumahan lagi. Sebab bisnis ini, kata Tije, berada pada garda terdepan pendongkrak ekonomi. Apalagi persoalan lahan di Batam sudah ada pembenahan, perizinan lebih gampang, dan ada kepastian dari BP Batam soal lahan, maka bisnis properti bisa membuat ekonomi Batam terangkat naik.

“Saya pikir, kalau nanti ada pembenahan-pembenahan lagi, saya yakin bisnis properti akan jauh lebih di depan lagi dibanding trading (perdagangan),” katanya.

Begitu pula dengan pariwisata. Tahun ini akan lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Sebab, jika ekonomi membaik, industri membaik, bisnis properti membaik, maka pariwisata akan mengikutinya.

Menurut Tije, dengan beberapa poin bagus pada tahun ini seperti industri, perdagangan, dan bisnis properti, orang akan banyak menabung dan menggunakannya untuk berwisata.

Dibanding beberapa industri atau bisnis yang ada di Batam, Tije melihat bisnis yang akan mocer adalah bisnis properti. Jadi bagi yang ingin berbisnis, tidak ada salahnya masuk ke bisnis properti.

Pandangan tak jauh berbeda juga dikemukakan Bernard Laksana, Master Feng Shui dan arsitek asal Batam. Ia memprediksi ekonomi Batam tahun ini cukup bagus. Tahun 2018 jadi titik balik, meski belum setinggi yang diharapkan.

Kendati diprediksi bakal terjadi beberapa bencana alam di beberapa tempat, namun dari aspek ekonomi, secara umum ekonomi Indonesia diprediksi akan semakin solid. Bahkan akan lebih baik dari tahun 2017.

Tanda-tanda membaik itu sebenarnya sudah muncul dari tahun 2017 silam. Terutama di semester kedua. Ekonomi Indonesia dari sisi keuangan pemerintahan lebih baik, meski di masyarakat terasa lebih berat. Terutama Kalangan menengah atas. Apalagi setelah pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan seperti pengetatan pajak.

“Biasanya bisa pesta pora karena untungnya 100 persen, kini tak bisa lagi karena cuma 50. Tapi keuangan negara menjadi lebih baik,” ujarnya.

Sebaliknya, tahun 2018 ini diprediksi ekonomi Indonesia akan membaik hingga ke semua level masyarakat. Berbagai sektor akan bergerak, meski bakal banyak gejolak karena bertepatan tahun politik.

“Tahun ini juga akan banyak juga kasus-kasus besar terkait korupsi yang rampung, termasuk kasus e-KTP. Intinya ada perubahan positif,” kata Bernard.

Khusus untuk Batam, Bernard sangat yakin ekonomi Batam akan lebih baik dari 2017. Meski baru akan tampak jelas di semester kedua 2018.

Menurutnya, siklus ekonomi Batam kini makin bergerak. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh perubahan feng shui Kota Batam seiring selesainya pembangunan perluasan jalan dan jalan layang di sejumlah titik.

“Feng shui-nya kota menjadi positif,” kata pria yang pernah belajar ilmu feng shui di sekolah feng shui Dr. Ir. Mauro Rahardjo, Msc, M.Arch di Surabaya ini.

Masih dari kacamata ilmu feng shui, alumni Teknik Arsitektur Universitas Atmajaya Yogyakarta ini memprediksi 2018 akan mulai banyak investasi yang masuk ke Batam. Bayangan masa suram di 2017 perlahan akan hilang, berganti aura positif.

Perubahan ke arah positif ini juga dipengaruhi adanya pembenahan sumber daya manusia (SDM) dan berbagai kebijakan perizinan di pemerintahan, khususnya di BP Batam.

Lalu sektor mana saja yang diprediksi tumbuh pesat di 2018? Pria yang juga pernah menimbah ilmu feng shui di Yap Cheng Hai Feng Shui Academy, Kuala Lumpur, Malaysia itu memaparkan, sektor ekonomi yang mengandung elemen air yang terbaik. Antara lain; pariwisata, trading, forwarding, ekspor-impor, hiburan, cafe, dan lainnya.

“Yang mengandung elemen air itu yang the best tahun ini,” tegasnya.

Kemudian, pria yang juga pernah belajar ilmu feng shui di Li Kun Yao, I Ching & Feng Shui, Taipei, Taiwan ini menempatkan bisnis yang mengandung elemen kayu sebagai bisnis terbaik kedua di tahun ini. Antara lain; konsultan, media cetak, perkebunan, perabotan, hotel, stasioneri, bisnis obat herbal, dan usaha lainnya yang mengandung elemen kayu.

Lalu usaha yang terbilang cukup baik dilakukan tahun ini adalah yang mengandung unsur api. Antara lain pengacara, biro jasa, restoran, bengkel, usaha kelistrikan, fotografi, event organizer, dan bisnis lainnya yang mengandung unsur api.

Usaha yang terbilang datar-datar saja bahkan cenderung sedikit berat adalah yang mengandung unsur element logam. Antara lain; ansuransi, elektronik, perbankan, investasi dan beberapa usaha lainnya.

Sementara usaha yang diprediksi menghadapi tantangan paling berat tahun Anjing Tanah ini adalah yang mengandung unsur tanah. Antara lain properti, kontraktor, material bangunan, usaha tambang atau hasil bumi, sektor perikanan, makanan jadi, dan politik.

Kendati dari kaca mata ilmu feng shui memprediksikan kondisi ekonomi Batam membaik di 2018 ini, Bernard mengingatkan pengusaha untuk tidak memaksakan diri memasang target yang terlalu cepat dan tinggi.

“Kalau jatuh sangat keras. Hidup ini ada gelombangnya, ada flow-nya, kadang naik ke atas kadang turun,” ujarnya.

Perlu Campur Tangan Pemerintah

Feng shui adalah ilmu yang berasal dari dataran Tiongkok yang hingga kini masih banyak diyakini masyarakat Tionghoa. Ilmu ini terus dikembangkan oleh sejumlah praktisi karena merupakan bagian dari ilmu pengetahuan. Juga dipadu-padankan dengan ilmu pengetahuan lainnya, khususnya terkait dengan usaha, properti (arsitektur), dan lainnya.

Unsur-unsur seperti air, kayu, tanah, api, dan logam diyakini bisa digunakan untuk mencocokan elemen pribadi seseorang dengan usaha bisnis yang akan mereka jalani. Sebab, lima unsur atau elemen ini dipercaya membentuk semua benda di alam semesta ini.

Unsur yang tersebut membentuk simbol yang bervariasi. Unsur api dilambangkan dengan segitiga, air dengan kurva, tanah dengan persegi, logam dilambangkan dengan bulat, dan kayu dengan bentuk persegi panjang vertikal.

“Feng shui ini bagian dari ilmu pengetahuan, makanya masih terus dipakai sampai saat ini,” ujar Alvin O Yolanda, warga Tionghoa Batam yang juga pebisnis, aktivis sosial dan agama.

Ia juga sangat yakin, sektor pariwisata akan bisa menjadi andalan penggerak ekonomi Batam, saat sektor lain baru mulai bangkit. Apalagi, saat ini banyak pembenahan dari sisi infrastruktur dan perbaikan layanan perizinan.

Adanya campur tangan pemerintah dalam pengembangan berbagai event, akan menjadikan prediksi sektor ekonomi yang akan bergerak maju semakin menjadi kenyataan. Termasuk soal pentingnya menjaga keamanan, agar wisatawan tak ragu datang ke Batam.

Bahkan, rumah ibadah yang selama ini sebagian besar hanya dijadikan tempat melaksanakan ritual, juga bisa menjadi destinasi wisata relegi, jika dikembangkan dengan baik dalam bingkai keberagaman. Ia mencontohkan Maha Vihara Duta Maytreya yang terus kebanjiran wisatawan dari luar negeri, salah satunya dari Korea Selatan.

“Kita menaruh harapan di sektor pariwisata ini karena bisa menggerakkan sektor lain,” ujarnya. (uma/nur)

Advertisement
loading...