Ribuan orang memadati pintu keberangkatan Terminal Pelabuhan Ferry Internasional Batamcenter, Minggu (18/2). Para penumpang yang kebanyakan warga Singapuran dan Malaysia ini akan pulang usai menikmati liburan di Batam. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Ribuan orang memadati kawasan Terminal Pelabuhan Ferry Internasional Batamcenter, Minggu (18/2). Sekitar 14 ribu orang tercatat meninggalkan Batam, sedangkan penumpang datang diperkirakan kurang dari 10 ribu orang.

Pantauan Batam Pos, antrean menuju ruang tunggu keberangkatan terlihat mengular sejak Minggu pagi di Pelabuhan Ferry Internasional Batamcenter. Rata-rata mereka yang berangkat merupakan warga negara Singapura dan Malaysia.

Bahkan, banyak dari warga yang ingin berangkat pagi harus harus mendapat jadwal keberangkatan sore karena padatnya penumpang. Padahal, penumpang tersebut sudah datang sejak pagi di Pelabuhan.

“Kapal yang berangkat pagi sudah pada penuh. Tadi saya datang jam 7 pagi, maksudnya biar bisa berangkat jam 9, tapi kapal pada penuh. Saya dapat jadwal sore,” ujar Aliyah warga Malaysia yang berlibur tiga hari di Batam.

Hal yang sama juga diungkapkan, Johan warga Singapura yang harus menunda keberangkatan beberapa jam karena tak dapat boarding. Ia yang ingin berangkat jam 10 pagi harus ditunda keberangkatan hingga pukul 16.00 wib.

“Padat semua, ini saja harus menunggu sampai sore, padahal sudah datang dari jam 8 pagi,” ujar pria berusia sekitar 40 tahunan ini.

Sementara General Manager Pelabuhan Ferry Internasional Batamcenter, Nika Astaga mengatakan kemarin (Minggu, 18/2) adalah puncak arus balik penumpang. Untuk mengantisipasi lonjakan, sejumlah operator kapal sudah mengajukan penambahan armada pada hari puncak. Bahkan Pelabuhan Ferry Internasional Batamcenter mendapat tambahan tiga kapal dari Pelabuhan Ferry Internasional Sekupang.

“Rata-rata operator kapal mengajukan 5 sampai 8 armada tambahan pada arus balik puncak. Bahkan dua operator dapat bantuan tambahan kapal dari Sekupang,” kata Nika, kemarin.

Menurut dia, jumlah penumpang yang berangkat meninggalkan Batam diperkirakan lebih dari 14 ribu orang, sedangkan yang datang diperkirakan kurang dari 10 ribu orang. Meski begitu, operator juga menambah armada dari negeri seberang (Singapura) ke Batam.

“Kalau dihitung-hitung sejak Imlek, jumlah penumpang yang berangkat dan datang sama-sama banyak,” imbuh Nika.

Masih kata Nika, untuk antisipasi keamanaan, pihaknya menyiagakan 36 personil keamanan. Situasi keamanan juga dibantu oleh Dirpam dan kepolisian.
“Hari ini semua petugas keamanaan wajib lembur karena jumlah penumpang yang sangat padat,” pungkas Nika. (she)

Advertisement
loading...