Pelantar cinta dan Rumah Pohon, salah satu wahana berfoto hasil kreativitas Pokdarwis Penyengat. F. Fara/Batam Pos.

batampos.co.id – Kreativitas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Penyengat tidak habis dalam sekadar membangun wahana berfoto di ujung jalan dari Balai Adat. Dalam waktu dekat, mereka berencana akan membangun sebuah wahana berupa rumah panggung terbalik.

Iklan

Ketua Pokdarwis Penyengat, Mustafa menjelaskan, konsep ini merupakan adaptasi dari rumah terbalik yang kini sedang populer di banyak destinasi wisata di Indonesia. “Bedanya, kami akan buat dalam bentuk rumah panggung,” terang Mustafa, Senin(19/2).

Ada tujuan lain selain semakin mengundang minat wisatawan ke Penyengat. Dengan menyajikan wahana sarat kearifan lokal yang dipadupadankan dengan sentuhan kekinian, kata Mustafa, akan menjadi sarana edukasi bagi pelancong yang datang tentang kebudayaan Melayu.

“Kalau cuma bangun rumah panggung, tentu sudah sangat biasa. Karena konsepnya di balik, tentu akan jadi sangat menarik. Jadi nanti di situ bisa diterangkan mengenai simbol dan makna kearifan lokal mengenai kebudayaan Melayu,” bebernya.

Mustafa optimistis, dalam waktu sebulan dua ke depan, rumah panggung terbalik ini akan selesai dibangun di Penyengat. Kalau sudah begitu, ia yakin pula minat kunjungan akan semakin meningkat. Karena saat ini saja, Balai Adat juga sudah menyedot perhatian wisatawan dalam dan luar negeri lewat fasilitas sewa baju adat yang dikelola Pokdarwis Penyengat.

“Tentu kami juga butuh dukungan masyarakat setempat agar iklim pariwisata ke Penyengat semakin menggeliat,” ujarnya.

Ikhtiar positif ini mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri Buralimar. Menurutnya, sejarah adalah modal besar Penyengat dalam menggaet pelancong datang. “Dan mereka memanfaatkanya dengan sentuhan kekinian, jadi sangat menarik sekali konsepnya,” ungkap Buralimar.

Ke depan dan seterusnya, Buralimar berjanji akan tetap mempromosikan Penyengat sebagai tujuan wisata utama di Kepulauan Riau. Dalam waktu dekat ini, Buralimar akan mengoptimalisasikan jaringan promosi pariwisata yang ada dengan melibatkan penulis, fotografer, dan blogger dengan mendatangkannya ke Penyengat.

“Nanti kami akan atur jadwalnya. Diharapkan dengan begitu Penyengat bisa semakin dikenal orang di Indonesia,” pungkas Buralimar. (aya)