Sejumlah rumah panggung di kawasan pesisir Teluk Keriting Tanjungpinang. Pemprov Kepri akan menata kawasan pesisir Teluk Keriting yang merujuk pada pembangunan kawasan pantai terpadu dan difokuskan di pusat perkampungan seperti pewarnaan rumah penduduk dengan warna-warni. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kepri, Heru Sukmoro mengatakan untuk penataan kawasan Teluk Kriting, Tanjungpinang secara keseluruhan membutuhkan anggaran lebih kurang Rp 167,9 miliar sampai 2020 mendatang. Besarnya kebutuhan tersebut disiasati dengan pembangunan secara bertahap.

“Lewat APBD 2018 ini, kita alokasikan sebesar Rp 43 miliar,” ujar Heru Sukmoro menjawab pertanyaan media di Tanjungpinang, Senin (19/2).
Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kepri tersebut menjelaskan, budget yang sudah ada tersebut diperuntukan bagi renovasi rumah penduduk sebesar Rp 4 miliar. Menurut Heru, tahun 2018 ini adalah 100 rumah penduduk yang dipercantik dengan warna warni. Sehingga melihat lebih hidup dari kejauhan. Di tahun ini, juga ditandai dengan pembangunan sarana prasarana gedung sebesar Rp 545 juta.
“Kegiatan lainnya berupa pembangunan Sanitasi komunal Rp 1 miliar. Berikutnya adalah pembangunan sarana dan prasarana dasar lingkungan senilai Rp 26,2 miliar,” papar Heru.
Dijelaskannya lagi, Alokasi anggaran sebesar Rp 26,2 miliar adalah untuk pengembangan kawasan Teluk Kriting.
Karena berdasarkan Detail Engineering Design (DED) akan ada taman buatan di atas laut. Ditegaskan Heru, pembangunan kawasan tersebut ditargetkan rampung sampai 2020 mendatang.
“Khusus untuk kegiatan di 2018 ini, tinggal menunggu proses lelang. Rencana kegiatan tersebut sudah ditayangkan di Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP). Artinya tinggal menunggu jadwal lelang,” jelas Heru.
Ditambahkannya, untuk rencana kerja tahun 2019 nanti sesuai dengan sore plan yang sudah ada adalah berupa kelanjutan renovasi rumah penduduk sebesar Rp 5 miliar. Kemudian pembangunan Sanitasi komunal Rp 4 miliar. Pada tahun depan juga akan dibangun Plaza di kawasan Teluk Kriting sebesar Rp 36 miliar.
“Khusus untuk Plaza dilakukan dalam dua tahun. Yakni 2019 sebesar Rp18 miliar. Selanjutnya pada 2020 juga dengan jumlah yang sama,” jelasnya lagi.
Masih kata Heru, lewat APBD 2019 nanti, juga akan dilakukan pembangunan lanjutan, yakni sarana dan prasarana lingkungan dengan nilai Rp25 miliar. Kegiatan lainnya berupaya pembangunan sarana dan prasarana gedung dengan sebesar Rp27 miliar.
“Kebutuhan kelanjutan pembangunan di 2019 akan dirampungkan pada 2020. Karena masih ada pembangunan senilai Rp 57 miliar lagi,” tutup Heru Sukmoro.
Belum lama ini, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan Teluk Kriting adalah berandanya Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang. Maka dari itu, ia punya kepedulian yang kuat untuk menata kawasan tersebut. Tujuannya selain itu mempercantik wajah ibu kota, juga untuk menjadikan Tanjungpinang sebagai magnet wisata.
“Semua butuh proses, dan butuh anggaran yang mahal. Maka seauai kemampuan kita lakukan secara bertahap. Semoga hajat sampai niat terkabul,” ujar Gubernur Nurdin.(jpg)
Advertisement
loading...