Nanang, penjaga kuburan, warga miskin yang tinggal di jalan Fajar Baru Tanjungbatu mendambakan bantuan program bedah rumah. F. Imam Soekarno/Batam Pos.

batampos.co.id – Disebabkan status tanah (lahan) menumpang, Nanang, warga miskin yang tinggal di Jalan Fajar Baru, Kecamatan Kundur gagal mengikuti program bedah rumah. Padahal kondisi pondok yang dinding papan atap daun rumbia yang ia tempati tidak layah huni.

Iklan

“Saya sudah bertahun-tahun tinggal di pondok ini. Sekarang kondisi pondok sudah hampir rubuh. Saya hanya diizinkan untuk menempati pondok ini, sedangkan lahannya milik warga. Sudah beberapa kali petugas kelurahan mendata, karena status lahannya menumpang sehingga tidak bisa dimasukakan program bedah rumah,” kata Nanang, Kamis (22/2) kemarin.

Nanang tinggal di pondok bersama adik laki-lakinya. Selama ini Nanang bekerja sebagai penjaga kuburan Dagang. Sedangkan adiknya bekerja serabutan dengan hasil pas-pasan sehingga tidak mampu untuk memperbaiki pondok yang sudah lama ia tempati. Nanang juga menyadari jika pondok yang ia tempati berdiri di lahan milik warga, sehingga dirinya sulit mendapatkan bantuan program bedah rumah.

Informasi diperoleh, masih banyak warga miskin yang senasib dengan Nanang. Mereka tinggal di lahan milik warga. Sementara syarat untuk mendapatkan bantuan bedah rumah harus berdiri dilahan milik pribadi. Warga miskin berharap pemerintah memberikan solusi agar mereka bisa mendapatkan bantuan program bedah rumah. (ims)