batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun tantang Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK) untuk membangun Jembatan Batam-Bintan. Jika hal itu wujud, Gubernur Nurdin akan mempersiapkan nama Jokowi-JK untuk dilekatkan pada jembatan itu nanti.

“Kalau Pak Presiden dan Wakil Presiden wujudkan pembangunan Jembatan Batam-Bintan, nama mereka yang akan kita sematkan pada infrastruktur itu nanti,” ujar Gubernur Nurdin, Jumat (23/2) di Pelantar II Tanjungpinang.

Menurut Nurdin, sejauh ini Pemerintah Pusat mendorong pembangunan tersebut melalui pihak swasta. Ditegaskan Gubernur, jika Undnag-Undang Daerah Kepulauan wujud, tidak mustahil pembangunan tersebut bisa dilakukan lewat APBD. Menurut Nurdin, dalam perkiraannya kekuatan APBD Kepri bisa berlipat ganda dari nilai yang ada sekarang ini.

“Dibalik rencana pembangunan Jembatan Babin, ada tujuan besar yang ingin kita gapai. Yakni membangun kekuatan ekonomi Kepri dibidang Pariwisata dan Industri” papar Gubernur Nurdin.

Mantan Bupati Karimun tersebut menjelaskan, kontribusi Pariwisata sangat masif, meskipun pergerakannya tidak cepat. Lebih lanjut, dengan hadirnya Jembatan Babin. Pengaruhnya akan sangat baik bagi perkembangan tiga daerah. Baik itu Batam, Bintan dan Tanjungpinang. “Pembangunan proyek tahun jamak, yakni penataan Gurindam 12 Tanjungpinang adalah bagian sinergi dari rencana pembangunan Jembatan Babin,” paparnya lagi.

Masih kata Gubernur, pembangunan Babin Bridge adalah untuk mewujudkan keseimbangan ekonomi Pulau Batam dan Pulau Bintan rumusnya adalah melalui pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin). Ia yakin, pembangunan jembatan tersebut sudah dimulai sebelum 2021 mendatang.  “Tidak selamanya kita harus bergantung dengan Batam. Maka dari itu, pembangunan Jembatan Babin adalah satu keharusan,” tegasnya.

Diakuinya, meskipun tanpa modal investasi, melalui anggaran daerah sebenarnya bisa dilaksanakan melalui sistem gotong royong. Atau istilahnya dana sharing, yakni dengan melibatkan Pemerintah Pusat, Pemprov Kepri, Pemko Batam, BP Batam, Kabupaten Bintan, dan Kota Tanjungpinang.

“Akan tetapi, pembangunan tersebut membutuhkan biaya yang mahal. Kita khawatir, bila menggunakan sistem tersebut akan mengganggu rencana pembangunan daerah,” papar Gubernur.

Masih kata Gubernur, kehadiran Jembatan Babin bukan hanya dimaksudkan sebagai infrastruktur lalu lintas orang dan barang saja. Akan tetapi, juga menjadi laluan bagi air penyaluran air dan gas. Sehingga bisa memberikan manfaat yang lebih. Melihat progres sekarang ini, ia yakin, Jembatan Babin sudah mulai dibangun sebelum 2021 mendatang.
“Pembangunan Jembatan Babin sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kepri 2016-2021,” jelasnya.

Ditambahkannya, karena gagasan pembangunan Jembatan Babin lahir dari BP Batam, pihaknya juga sudah melakukan pembicaraan terkait hal ini. Gubernur yakin, kehadiran Jembatan Babin akan memberikan kontribusi yang hebat bagi pembangunan Kepri kedepan.

“Kita yakin, jika ada Jembatan Babin, Pulau Bintan akan berkembang dengan pesat. Terlepas dari itu adalah, saling memberikan dukungan, khususnya dibidang investasi dan pariwisata,” tutup Gubernur.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun secara khusus diundang Presiden Joko Widodo untuk menemuinya Selasa (27/2) pekan depan. Undangan ini disampaikan Presiden Jokowi langsung usai Nurdin memberikan pemaparan pembangunan infrastruktur dan strategi meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kepri.

“Saya diminta Pak Presiden menghadap beliau Selasa nanti untuk membicarakan pembangunan Jmbatan Batam Bintan, Kawasan Ekonomi Khusus Galang Batang dan Pelabuhan Batu Ampar,”kata Nurdin, usai pertemua para Gubernur dalam Rakernas Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di The Trans Luxury Hotel, Bandung, Jawa Barat, Kamis (22/2) petang lalu. (jpg)

Respon Anda?

komentar