Ketua Kelompok Tani Wanita Barokah, Tri Sakti Setia Budi memperlihatkan cabe setan yang ditanam di Fasilitas Umum Perumahan Griya Piayu Asri.
Foto: Wahyudin Nur/Batam Pos

batampos.co.id – Inflasi menjadi indikator pertumbuhan ekonomi. Nilai inflasi yang tinggi di suatu daerah berarti pertumbuhan ekonominya buruk. Pada umumnya, penyebab inflasi berasal dari harga komoditas seperti bawang dan cabai yang tinggi. Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri memiliki solusi baru untuk mengontrol inflasi, yakni dengan menerapkan program Urban Farming.

“BI tak punya kekuatan mengendalikan harga barang komoditas, tapi kami harus menjaga inflasi,” kata Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, Gusti Raizal Eka Putera di Gedung BI Kepri, Jumat (23/2).

Urban Farming cocok untuk menerapkan pertanian di daerah perkotaan. Makanya BI mengajak pelajar untuk memahami konsep terbaru ini lewat sebuah kompetisi. “Praktek urban farming dengan memanfaatkan lahan kosong di sekolah. Tak perlu ada hamparan lahan kosong yang luas, tapi lebih kreatif memanfaatkan lahan yang terbatas. Yang penting lahannya mendapat sinar matahari yang cukup,” katanya.

BI juga memberikan pelatihan pembuatan pupuk untuk mengurangi ketergantungan tehadap pupuk kimia. Semua menggunakan lahan-lahan organik, sehingga produk yang dihasilkan lebih sehat dibanding produk non organik.

Setelah panen, akan ada penilaian khusus unutk mencari pasar yang menerima produk. Tujuannya adalah untuk menggali jiwa wirausaha dari para pelajar.

Mereka kemudian diberikan target untuk mencari pasar yang tepat yang dapat menerima produk pertanian organik yang mereka hasilkan.

BI akan coba mencoba membagi komoditas yang akan ditanam. Sehingga jumlah prioduk yang dihasilkan lebih seimbang. Dengan demikian dipastikan tak ada over usplai yang mengakibatkan kerugian bagi produsen.

“Jangan semua nanam cabai. Begitu panen, harganya jadi turun. Nanti bisa jadi kerugian sehingga dampaknya tak berlanjut,” jelasnya.

Pelajar kemudian akan diajarkan mengatur manajemen pertaniannya. Sehingga bisa panen di saat paceklik atau suplai kebutuhan dari luar kota menipis,” jelasnya.

Urban Farming mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri. Ia meminta kepada BI agar membuat kerangka kerja terperinci pengembangan urban farming. Tujuannya adalah agar dapat menghitung anggaran yang tepat untuk mendukung program tersebut.

Pemprov Kepri sepakat, bahwa urban farming jadi salah satu jalan keluar yang paling tepat untuk menekan angka inflasi yang disebabkan volatile food. Karena itu, Pemprov akan mendukung dari sisi anggaran pengembangan.

밙ami akan dukung dari sisi pembiayaan. Kita akan perhatikan, pembiayaannya melalui OPD yang mana,?ujar Asistem Ekonomi Pembangunan Pemprov Kepri Syamsul Bahrum.

Selain sisi penganggaran, pihaknya juga berencana membuat regulasi khusus terkait pengembagnan urban farming di provinsi kepulauan ini. Setelah Pemprov mempelajari cetak biru ayng diberikan KPD BI Kepri, selanjutnya akan keluar produk hukum berupa Peraturan Gubernur atau Edaran Gubernur.

“Produk hukum ini akan mengoptimalkan pelaksanaannya. Sasarannya sekolah, atau lembaga pemerintah,” jelasnya.(leo)

Respon Anda?

komentar