batampos.co.id – Sehari sudah Kapal Win Long asal Taiwan digeledah oleh pihak kepolisian. Namun hingga Sabtu (24/2), barang bukti sabu belum jua ditemukan. Walau begitu pihak kepolisian masih tetap melakukan pencarian.

“Lagi sedang bekerja,” kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga, Sabtu (24/2).
Ia mengatakan Tim Satgassus Mabes Polri juga masih melakukan pendalaman penyelidikan. Awak kapal tersebut juga telah diminta keterangan.

“Nanti akan dikabarkan,” ucapnya.

Hal yang senada diucapkan oleh Direktur Ditresnakroba Polda Kepri Kombes Pol Yani Sudarto. Saat dihubungi Batam Pos, ia mengaku belum menemukan sabu yang dimaksud.

“Masih belum, sedang kami bongkar,” ujarnya.

Ia menuturkan pihaknya masih melakukan pembongkaran terhadap umpan ikan di kapal tersebut. Umpan ikan yang berada di kapal tersebut berjumlah 5 ribu kotak.
Walaupun anjing pelacak sudah dikerahkan, ia mengatakan sabu-sabu tersebut belum ditemukan juga. Saat ini polisi mengerahkan satu anjing pelacak saja. “Saya kabarin kalau ditemukan,” katanya singkat.

Sementara itu, Direktur Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipid Narkoba) Bareskrim Brigjen Eko Daniyanto menuturkan, sejak diamankan Kamis sore (23/2), petugas masih berupaya mencari sabu yang diprediksi mencapai 3 ton tersebut. Hampir semua ruang di kapal diobrak-abrik untuk mencari barang haram ini. ”Saat ini pencarian sudah mengkerucut,” ujar pengungkap kasus penyelundupan 1,6 ton sabu sehari sebelumnya.

Setidaknya ada dua hal yang dilakukan dalam pencarian tahap akhir ini. Yakni, mencari di dalam frezzer atau ruang pendingin kapan, serta meneliti barang bawaan kapal. Menurutnya, ruang frezzer ini cukup luas dan potensial menjadi tempat menyembunyikan sabu.

”Bisa jadi ada ruang khusus dan semacamnya,” jelasnya.

Untuk barang bawaan kapal, lanjutnya, satu per satu barang diteliti. Barang yang jumlahnya ratusan itu dibuka semua, untuk mengetahui isinya. Bahkan, Polri dibantu Ditjen Bea Cukai menggunakan K9 atau anjing pelacak narkotika untuk menemukan barang tersebut.

”Semua dikerahkan maksimal,” tegas jenderal berbintang satu tersebut.

Petugas tidak hanya fokus dalam mencari barang haram di kapal. Namun, sebagai upaya pencegahan terkait kemungkinan barang telah berpindah kapal. Maka, semua jajaran Dir Narkoba se-Sumatera diperintahkan untuk mendeteksi keberadaan kapal yang mencurigakan. ”Semua Dirnarkoba yang memiliki wilayah Utara pantai Sumatera harus melakukan pencarian,” jelasnya.

Setidaknya ada tujuh Polda yang harus mencari, yakni Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Lampung, Jambi, dan Sumatera Barat. ”Semua wilayah di Utara Pantai Sumatera disisir,” paparnya.

Menurutnya, tidak hanya Polda, Direktorat Polisi Air (Dirpolair) di setiap wilayah dibantu Ditjen Bea Cukai juga bergerak. Semua jalur rawan penyelundupan narkotika harus diteliti. ”Bila ada kapal mencurigakan, awak dan muatan kapal harus diperiksa,” terangnya.

Upaya ini juga dilakukan terus menerus untuk mencegah adanya kapal pembawa sabu yang lolos masuh ke Indonesia. ”Bisa menjadi antisipasi adanya sindikat internasional memakai kapal nelayan,” jelasnya.

Eko Daniyanto mengatakan pihaknya akan menambah dua ekor anjing pelacak lagi untuk memaksimalkan pencarian sabu. Khususnya di palka kapal. Selain itu, Bareskrim berencana mendatangkan penyelam untuk memeriksa bagian bawah kapal dan ahli teknik pembuatan kapal untuk cek kondisi bangunan kapal.

Pantauan di lapangan, aparat gabungan dari BC dan Polri, pada Sabtu (24/2), mulai pukul 13.00 WIB kembali melakukan pembongkaran muatan dari kapal Ikan Win Long BH2998 asal Taiwan yang ditangkap kapal patroli BC 20005. Kapal itu diduga membawa muatan narkotika jenis sabu.

Sejak pukul 13.00 WIB sampai sampai dengan pukul 17.00 WIB truk secara bergantian keluar dan masuk mengangkut muatan dari salah satu pelabuhan Ketapang Kanwil Khusus DJBC Kepri di Tanjungbalai Karimun. Hanya saja muatan yang dipindahkan dari kapal inkan Win Long BH 2998 ke dalam truk untuk dipindahkan ke gudang freezer milik Abun bentuknya tidak lagi dikemas di dalam karung.

Tetapi sudah dalam bentuk kotak-kotak yang berisi ikan beku yang biasa dijadikan untuk umpan ikan. Satu truk rata-rata muatannya mencapai 204 sampai dengan 224 kotak. Di kotak tertulis Shin Her Fa Frozen Co Ltd. Masing-masing kotak beratnya diperkirakan mencapai 5 sampai 10 kg. Jumlah umpan ikan ini banyaknya mencapai 5 ribu kotak.

Pembongkaran muatan dari dalam kapal ikan asal Taiwan ini dengan tujuan untuk mengeluarkan semua muatan dari dalam kapal. Setelah itu baru melakukan pencarian di bagian bawah kapal yang diduga menjadi tempat penyimpanan sabu. (san)

Respon Anda?

komentar