Polisi dan warga mengevakuasi mayat Deli Cinta korban pembunuhan di Perumahan Central raya, Tanjunguncang, Batuaji, Kamis (21/12). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Proses hukum kasus pembunuhan Deli Cinta Sihombing dengan tersangka Dedi Purbianto yang mengaku sebagai gigolo terus bergulir di meja penyidik Mapolsek Batuaji. Berkas perkara kasus pembunuhan yang terjadi di rumah Deli yakni di perumahan Centra Raya RT04/RW08, Kelurahan Tanjunguncang, Kamis (21/12) lalu itu sudah rampung. Penyidik Polsek Batuajipun segera melimpahkan berkas perkara itu ke Pengadilan Negeri Batam.

Meskipun demikian pihak keluarga Deli belum sepenuhnya puas dengan penyelidikan polisi tersebut. Keluarga masih meragukan motif pembunuhan Deli seperti yang diakui oleh pelaku Dedi bahwa, dia membunuh Deli karena sakit hati sebab upahnya sebagai gigolo tak dibayar penuh oleh ibu satu anak itu.

“Belum ada bukti yang kuat untuk membenarkan alibi pelaku membunuh adik kami ini,” ujar Budi Sihombing, kakak Deli saat mendatangi Mapolsek Batuaji bersama perkumpulan Marga Sihombing untuk menanyakan kelanjutan penanganan kasus pembunuhan Deli itu, Senin (26/2) sore.

Selain itu keluarga juga mempertanyakan kejanggalan lain di lokasi kejadian yang meragukan mereka terkait kebenaran motif pembunuhan tersebut. Temuan pecahan gelas kaca dan helai rambut wanita yang berserahkan di dalam rumah juga membuat keluarga meragukan jika pelaku benar-benar datang secara baik-baik ke rumah korban. Keluarga menduga bisa jadi pelaku datang sebagai tamu yang tak diundang sehingga terjadi keributan dengan korbn yang menyebabkan banyak perabotan rumah tangga di dalam rumah berserahkan.

“Kami hanya ingin tahu kepastian itu saja. Tidak ada maksud lain. Kami berterimakasih kepada polisi karena bergerak cepat mengungkap pelaku,” ujar Budi.

Keluarga kata Budi, jika memang benar motif pembunuhan seperti yang disampaikan Dedi, tentu harus dibarengi dengan bukti yang kuat sehingga tidak menimbulkan tanda tanya bagi keluarga.

“Karena perkumpulan kami bertanya-tanya apakah benar seperti itu. Saya tak bisa jawab, makanya kami ke sini untuk menanyakan langsung ke pihak kepolisian,” tutur Budi.

Kanit Reskrim Polsek Batuaji Ipda Yanto yang menerima kedatangan kelurga Deli itu mengaku pihaknya sudah bekerja maksimal untuk mengusut tuntas pelaku ataupun motif pembunuhan tersebut. Untuk motif sendiri diakui Yanto pihaknya juga sudah berusaha maksimal untuk mencari tahu kebenaran pengakuan pelaku itu namun sejauh ini memang belum ada kesimpulan lain. Itu karena barang bukti dan penyelidikan selama ini masih mengarah ke motif yang sama.

“Sudah kami jelaskan ke pihak keluarga. Kami masih terus bekerja intinya. Jadi bersabar. Jika ada yang kurang berkenan nanti di pengadilan baru disampaikan. Berkas perkara sudah rampung. Kami akan segera limpahkan ke Kejaksaan,” ujar Yanto.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Deli Cinta Sihombing, 28 ditemukan tewas dengan posisi setenga telanjang di kamar tidur di rumahnya di perumahan Centra Raya, RT04/RW08, kelurahan Tanjunguncang, Batuaji, Kamis (21/12). Tangan dan kaki ibu muda itu juga diikat tali gorden. Disampingnya juga terkurung Dw, putera pertamanya yang masih berusia tiga tahun. Dw selamat namun saat dijumpai warga kondisinya sudah lemas. Diduga dia sudah seharian dia terkurung bersama jenazah sang ibu di dalam kamar rumah tersebut.

Polsek Batuaji yang menanangi kasus kematian Deli itu akhirnya menetapkan dan membekuk Dedi Febrianto sebagai pelaku tunggal. Kepada polisi Dedi yang sehari-hari bekerja sebagai bar tender itu mengaku nekad membunuh Deli karena upahnya sebagai gigolo tak dibayar penuh oleh korban. (eja)

Respon Anda?

komentar