ilustrasi

Mimpi Karin, 28, buyar.

Impiannya bersuamikan Donjuan,35, yang kaya raya bergelimang harta ternyata fiktif belaka.

Karin terpaksa meninggalkan ayah dari bayinya yang masih beberapa bulan usianya. Keputusan itu ia ambil lantaran Donjuan ternyata adalah seorang pengangguran yang berkedok sebagai bos. Karin yang merasa tertipu langsung menggugat cerai sang suami.

“Baru ketahuan ya pas ngurus kelahiran anak ini. Lha pengusaha kok nggak bisa bayarin persalinan istri. (Biaya persalinan) ini semua yang membiayai keluargaku,” ujar Karin saat ditemui di Pengadilan Agama Kelas Satu Surabaya.

Karin menjelaskan, awal pertemuannya dengan Donjuan adalah di sebuah cafe di Surabaya. Dirinya yang saat itu sedang nongkrong didatangi oleh seorang laki-laki berpenampilan klimis yang mengajaknya berkenalan. Silau dengan penampilannya, Karin pun langsung menerima ajakan perkenalan itu.

“Dari situ, kita kenalan lalu ngobrol-ngobrol dan mulai sering jalan bareng,” ungkap perempuan bergelar magister dari salah satu universitas kenamaan di Surabaya ini.

Saat jalan-jalan itulah, Karin dipameri deretan toko Donjuan yang tersebar di berbagai mal di Surabaya. Karin juga ditunjukan rumah Donjuan yang megah di Kupang Indah. Dari situlah Karin yakin bahwa calon suaminya adalah orang yang mapan finansial.

“Lha waktu diajak ke WTC lho, pegawainya yang disana kenal semua sama Mas, menghormati gitu, panggilnya juga bos, siapa gak percaya,” imbuhnya.

Pernikahan pun akhirnya berlangsung, Karin langsung diboyong untuk pindah ke rumah Donjuan, namun setelah satu tahun pernikahannya dan setelah dirinya mendapatkan momongan barulah ketahuan bahwa rumah yang ditempati Donjuan hanyalah sewaan. Hal ini ketahuan ketika si pemilik rumah datang dan meminta rumahnya kembali.

“ Wis.. sampai sini ketahuan semua bohonge. Setelah rumahnya diambil lagi, dia tak cecar pertanyaan siapa sebenere areke, dan ketahuan tibake dia bukan bos. Dia kerjaane cuma mejeng nipu sana-sini gitu. Pantesan bayarin lahiran wae gak kuat.. ealahhh..tibake kere berlagak bos,” jelas perempuan Ketintang ini menahan amarahnya.

Karin mengaku, selama menikah, kebutuhan rumah tangga banyak ia topang dari hasil mengajarnya. Hal itu ia lakukan karena Donjuan mengaku usahanya sedang seret belakangan. Dan Karinpun percaya saja dengan sang suami.

Lalu.. bagaimana dengan karyawan-karyawan konter yang memanggilnya bos di pasar atom? Jadi ceritanya, Donjuan bersekongkol dengan mereka. Donjuan yang dulunya juga SPG di tempat itu berpesan dengan teman-temannya untuk memposisikan dirinya sebagai bos jika dirinya dan Karin berkunjung…(sb/jpg/jek/JPR)

Respon Anda?

komentar