batampos.co.id – Pemerhati pariwisata Batam sekaligus mantan Ketua Batam Tourism Board (BTB) Rahman Usman menegaskan mengkritik upaya Pemko Batam dan BP Batam dalam menarik kunjungan wisatawan ke Batam melalui event pariwisata. Menurut Rahman, agenda pariwisata di Batam kurang nendang. Bahkan terkesan asal-asalan.

Menurut Usman, sejauh ini agenda wisata yang digelar Pemko dan BP Batam hanya sekadar “yang penting ada event”. Itupun yang menikmati kebayakan warga Batam sendiri. Sehingga kegiatan itu nyaris tak berdampak pada sektor pariwisata. Apalagi sampai mendongkrak ekonomi Batam secara makro.

“Saya lihat program memajukan pariwisata yang dibuat Pemko Batam maupun BP Batam semuanya mubazir,” katanya.

Misalnya, kata Usman, kegiatan Car Free Day oleh Pemko Batam atau Car Free Night yang rutin digelar BP Batam yang diklaim sebagai agenda pariwisata. Menurut dia, acara tersebut sama sekali tak berdampak pada sektor pariwisata. Meskipun menyedot anggaran besar, tak ada wisatawan yang datang untuk menyaksikan event tersebut.

Event yang digelar itu kelasnya event kaki lima,” ujarnya.

Menurut dia, Batam harus kreatif menciptakan destinasi wisata baru. Atau mengelola dengan baik destinasi yang sudah ada. Misalnya pantai atau eks Kamp Vietnam.

Jika pemerintah jeli dan kreatif, sks Kamp Vietnam bisa dijadikan destinasi wisata yang sangat menarik. Bisa dijadikan obejk wisata sejarah yang akan mendatangkan turis. Terutama keluarga orang-orang Vietnam yang pernah tinggal di kamp tersebut.

“Tentunya pemerintah harus mengeluarkan kemampuan kreasinya dan mau membangun fasilitas pendukungnya seperti misalnya toilet yang layak. Ini tidak, justru dibiarkan jadi tempat yang kosong saja,” kata Usman.

Usman juga menyoroti kinerja Dinas Pariwisata Kota Batam. Ia menyebut dinas yang dipimpin Pebrialin itu tidak punya kreativitas sama sekali. Tidak memiliki ide untuk mengembangkan sektor pariwisata.

“Jangan hanya bisa menghadiri seremoni saja, tapi kinerjanya tak ada. Tak menguasai sama sekali tentang pariwisata,” ujar Usman.

Anggota Komisi II DPRD Batam Sallon Simatupang bewrpendapat yang sama. Ia menilai program pariwisata di Batam, baik yang event yang diselenggarakan Pemko Batam maupun BP Batam, semuanya hanya bersifat asal ada event untuk bisa dilaporkan ke pusat saja.

Bahkan ia menyebut, upaya dan keinginan Pemko Batam maupun BP Batam untuk memajukan atau mengembangkan sektor pariwisata di Batam ini seperti orang mengigau.

“Bermimpi di siang bolong tapi tak mampu harus berbuat apa,” ujar Sallon.

Dari segi peningkatan kunjungan wisman dan lama tinggal wisman di Batam, lanjut Sallon, tak ada sama sekali. Penyebabnya, destinasi yang minim.

Wisman dari Singapura misalnya, masuk ke Batam sifatnya hanya sementara saja, paling lama sehari. Setelah itu, orang pasti bingung di Batam mau kemana, karena destinasi wisatanya tak ada, minim sekali.

“Yang sudah ada wisatanya, itupun sudah banyak tak terkelola,” katanya.

Sallon menegaskan, harusnya Pemko Batam maupun BP Batam mampu mengelola pariwisata yang berefek kepada semua aspek, seperti perekonomian masyarakat kecil. Sebaliknya, event yang digelar di Batam tak ada efeknya sama sekali baik dari sisi perekonomian masyarakat kecil maupun peningkatan kunjungan wisman. (uma/gas/leo/she)

Advertisement
loading...