batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengatakan sebagai daerah kepulauan, Kepri memerlukan kelengkapan infrastruktur yang memadai. Untuk mewujudkan hal itu, Pemprov Kepri akan membangun jalan lingkar yang nantinya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan investasi serta menjadi ikon baru Ibu Kota.

“Diharapkan mampu menunjang perekonomian daerah, pembangunan jalan lingkar ini harus segera terlaksana,” ujar Nurdin saat memimpin rapat rutin OPD di ruang kerja, kantor Gubernur, Istana Kota Piring, Tanjungpinang, Senin (12/3).

Nurdin yakin Tanjungpinang memiliki banyak potensi yang beragam. Dengan dibangunnya jalan lingkar diharapkan mampu mempermudah akses untuk menggali potensi tersebut. Jalan lingkar ini nantinya memiliki panjang 42 kilometer yang akan mengelilingi Tanjungpinang dan Bintan. Pembangunan yang dilakukan menggunakan proyek multiyears selama 3 tahun.

Di 2018 ini, pengerjaan sudah dilakukan dari kawasan Jembatan 1 Dompak hingga Pelabuhan Sri Bintan Pura dengan panjang 4,82 kilometer dan akan dinamai dengan Kawasan Gurindam 12. Selain itu daerah sekitar yakni perkampungan Teluk Keriting juga akan ditata ulang. “Pembangunan dilakukan tanpa mengubah identitas asli dari daerah tersebut,” tambah Nurdin lagi.

Sementara itu, Kepala Barenlitbang Naharuddin menambahkan proyek pembangunan jalan lingkar tersebut sudah melalui koordinasi antara pihak Provinsi, Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan. Nantinya jalan lingkar didesain agar dapat banyak manfaat.
“Diharapkan tidak menimbulkan efek negatif seperti terjadinya banjir dan merugikan masyarakat, justru mengatasi kemacetan dan akan memberikan pengaruh ekonomi yang besar karena terhubungnya Tanjungpinang dan Bintan,” ujar Naharuddin.

Kepala Dinas PU Abu Bakar Menjelaskan efek dari pembangunan jalan lingkar akan membuat pendapatan daerah bertambah, salah satunya reklamasi perluasan lahan parkir pelabuhan SBP.

“Kita sudah bekerjasama dengan pihak Pelindo nantinya total luas lahan parkir di pelabuhan adalah 3 hektare dan disaat jam-jam sibuk dapat menampung 2 sampai 3 ribu kendaraan,” kata Abu.

Abu melanjutkan bahwa kawasan hijau di sekitar area reklamasi tidak akan diganggu gugat sama sekali bahkan kawasan hijau tersebut akan di tata ulang sedemikian rupa agar terlihat lebih menarik dan dapat dijadikan kawasan wisata. “Ruang terbuka hijau multifungsi nantinya seluas 3 hektare dari Tanjung Buntung hingga Tugu Pensil,” tambah Abu.

Untuk struktur jalan lingkar sendiri akan beragam, salah satunya jalan dari kawasan depan SMAN 5 hingga kawasan Lantamal akan dibangun jembatan sehingga tidak merusak kawasan kampung Teluk Kriting. Nantinya dibuat dinding penahan gelombang dari Jembatan I hingga ke Pantai Impian yang dapat difungsikan juga sebagai jalan. (bni)

Advertisement
loading...