Kawasan Tanjungpinang Barat makin padat. Guna mengendalikan jumlah penduduk, Dinkes Dalduk KB Tanjungpinang akan memaksakan peran kader penyuluh program Keluarga Berencana (KB) agar masyarakat mau ikut program KB. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Pertumbuhan penduduk kota yang tak dapat dikendalikan akan menjadi bumerang di kemudian hari. Hal ini seyogyanya dapat dikendalikan. Sebab itu, Pemerintah Kota Tanjungpinang melalu Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) berharap para kader penyuluh program Keluarga Berencana (KB) dapat memaksimalkan perannya di tengah-tengah masyarakat.

Tidak tanggung-tanggung, Pemko Tanjungpinang juga membekali mereka dengan beragam fasilitas. Mulai dari sepeda motor operasional, komputer jinjing, gawai Android dan media sosialisasi lainnya. “Penyuluh KB ini punya peran yang penting dalam pengendalian penduduk di Tanjungpinang,” kata Kepala Dinkes Dalduk KB Tanjungpinang, Rustam, Senin (12/3).

Setidaknya, sudah ada tantangan yang ada di depan mata. Para kader penyuluh KB diharapkan dapat terus mempertahankan peserta KB aktif dan meningkatkan partisipasi kesadaran masyarakat. Lalu yang tidak kalah penting, meminimalisir pernikahan dini di bawah usia 20 tahun yang disinyalir dapat menjadi musabab lahirnya balita kerdil (stunting) yang kini menjadi agenda secara nasional.

“Mereka, para kader penyuluh, harus rajin turun ke masyarakat. Laksanakan sosialisasi, jangan lupa untuk terus meningkatkan pelayanan permintaan KB di tengah-tengah masyarakat,” tegas Rustam.

Kerja efektif semacam ini harus sudah dioptimalkan dari jenjang kelurahan dan perlu pula aktif di kegiatan-kegiatan posyandu agar masyarakat semakin paham arti pentingnya mengikuti program KB demi kemaslahatannya sendiri. “Di lain sisi, pendekatan persuasif juga penting dilakukan di daerah-daerah yang sudah kami tetapkan sebagai Kampung KB,” pungkas Rustam. (aya)

Advertisement
loading...