Seorang juru parkir sedsng mengatur kendaraan | Cecep Mulyana/Batam Pos

batam,pos.co.id – Pendapatan asli daerah (PAD) Batam, dari retribusi parkir belum memenuhi target. Dari target yang ditetapkan sebesar Rp 1,6 miliar pada triwulan pertama, saat ini baru tercapai Rp 1,3 miliar. Penyebabnya, diperkirakan lantaran masih banyak parkir liar yang belum ditertibkan sehingga mengakibatkan kebocoran pendapatan retribusi parkir.

“Selagi juru parkir liar belum ditertibkan dan pengawasan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam belum dimaksimalkan, tentu akan sulit mencapai target,” kata Jefri Simanjuntak, anggota Komisi III DPRD Batam, Senin (12/3).

Menurut dia, di lapangan sendiri masih banyak ditemukan petugas parkir yang tidak dilengkapi atribut parkir. Di sana juru parkir juga tidak memberikan karcis parkir. “Padahal sudah diberlakukan kewajiban menggunakan karcis ini,” sesalnya.

Lebih lanjut, dirinya juga mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh para juru parkir liar tersebut masuk kategori pungli. Karena tidak ada surat tugas yang jelas dan tidak jelas arah retribusinya.

“Jelas pungli lah. Makanya kita minta tim saber pungli ikut memantau juru parkir liar tersebut. Pengawasan dishub juga mesti dimaksimalkan lagi,” kata Jefri lagi.

Selain itu ia mempertanyakan sistem parkir online yang akan diterapkan disbub. Sebab sampai saat ini belum ada kelanjutan dari wacana tersebut. “Kita ingin tahu sudah sejauh mana persiapan sistem retribusi parkir online ini,” jelas dia.

Sementara itu, Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Batam, Raja Azmansyah membenarkan target retribusi parkir semester pertama ini belum mencapai target Rp 1,6 miliar. Namun demikian Raja mengaku realisasi tahun ini jauh lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu. “Jika sekarang sudah Rp 1,3 miliar sudah mulai membaik arahnya,” kata Raja.(rng)

Advertisement
loading...