foto: beacukai

batampos.co.id – Kantor Pelayanan Umum (KPU) Bea Cukai Tipe B Batam berjanji akan mempermudah proses random checking untuk barang yang masuk ke dalam kawasan perdagangan bebas Batam.

Random checking ini bertujuan untuk melihat potret barang di pelabuhan. Prosesnya akan kita evaluasi,” kata Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (Kabid BKLI) KPU Bea Cukai Tipe B Batam Raden Evy Suhartantyo, Selasa (13/3).

Bea Cukai akan menambah pegawainya untuk mempercepat proses random checking. Pemeriksaan maksimal paling lama akan memakan waktu tiga hari saja.”Tapi dalam tempo dua hari akan segera kami selesaikan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bagi perusahaan yang mengimpor barang yang sensitif atau peka cahaya agar bisa diperiksa di gudang perusahaan saja bisa mengajukan surat ke kepala kantor. Ra

“Pemeriksaan di gudang itu bisa tapi ajukan surat ke kepala kantor. Contohnya jika barangnya sensitif, maka tim kami akan memeriksanya di gudang,” paparnya.

Proses untuk mempercepat layanan ini merupakan amanah dari Presiden. Apalagi di Batam yang notabene merupakan kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas yang harus dipermudah segala proses perizinan dan dokumentasi terkait barang masuk dan keluar.

Selama ini proses random checking memang sering dikeluhkan pengusaha di kawasan industri. Pasalnya jika barang yang diimpor itu sifatnya sensitif maka tak boleh lama-lama berada di pelabuhan. Jika terlalu lama diperiksa, maka barangnya bisa rusak.

“Proses random checking itu lebih baik dilakukan di pabrik saja, jangan di pelabuhan. Karena di pelabuhan bisa lebih dari tiga hari,” ungkap Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri Oka Simatupang.

Ia berharap pemerintah pusat dapat menetapkan regulasi-regulasi yang mempermudah proses perizinan berusaha karena merupakan amanah dari Presiden.(leo)

Respon Anda?

komentar