ilustrasi

batampos.co.id – Hingga Februari lalu, dana bergulir yang sudah disalurkan Pemko Batam mencapai Rp 1,54 miliar untuk 21 peminjam. Di mana dari 26 pemohon, yang sudah terverifikasi baru 21 pemohon.

Iklan

“Yang peminjam ini lebih banyak adalah usaha kecil menengah. Hanya ada beberapa saja yang dari kalangan koperasi,” kata Kabaghumas dan Protokol Pemko Batam, Yudi Admaji, Selasa (13/3).

Ia menjelaskan untuk UKM range pinjaman antara 50 juta sampai 100 juta. Sementara untuk Koperasi besar pinjaman bisa sampai Rp 300 juta.

“Rata-rata jangka pinjamannya selama tiga tahun. Untuk bunganya saya lupa. Tetapi itu ada skemanya, intinya bunganya murah lah,” katanya.

Menurutnya, dana bergulir ini sangat penting dan sangat membantu pengusaha kecil dan menengah di Batam untuk suntikan modal. Di mana sebelu memberikan dana, maka pihak Pemko Batam akan melakukan survey dulu.

“Tapi perlu diingat, penyaluran dana bergulir ini belum dilakukan hingga saat ini. Masih menunggu nanti dana bergulir ini menjadi BLUD murni,” katanya.

Anggota komisi II DPRD Kota Batam meminta Pemko Batam selektif dalam menyalurkan dana bergulir. Menurutnya, yang harus diutamakan adalah pengusaha mikro yang memang benar-benar membutuhkan suntikan dana.

“Jangan diberikan kepada pengusaha mungkin yang sudah kelas menengah. Bagusan suktikan modal untuk pengusaha mikro yang memang sangat membutuhkan suntikan dana,” katanya.

Sementara itu, ia berharap Pemko Batam jangan lupa untuk terus menagih dana bergulir yang macet dari beberapa tahun lalu. “Itu harus tetap ditagih. Jangan didiamkan begitu saja.Seperti yang saya sampikan beberapa waktu lalu, itu bukan hibah,” katanya. (ian)