ilustrasi

batampos.co.id – Kalangan pengusaha di sektor pariwisata menuntut agar pemerintah daerah segera menyelesaikan persoalan taksi di kota Batam. Kericuhan yang disebabkan perseteruan antara taksi online dan taksi konvensional ini sangat mengganggu kondusivitas iklim pariwisata di Batam.

“Capek-capek kerja promosikan Batam. Karena kericuhan yang terus berulang ini, wisman jadi takut datang ke Batam,” kata Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kepri Denni Rade Situmeang kepada Batam Pos, Selasa (13/3).

Pemberitaan-pemberitaan negatif yang dimuat di media tentang kericuhan taksi di Batam akan dibaca oleh negara-negara tetangga. Imbasnya sungguh menyesakkan bagi dunia pariwisata di Batam karena dengan sedikit kabar negatif saja, banyak wisman menunda kedatangannya ke Batam.

“Di media sosial (medsos) infonya sudah tersebar luar, tidak sedikit tamu yang sedang berada di Batam bertanya-tanya apa yang terjadi. Sedangkan yang mau datang batalkan kedatangannya,” jelasnya lagi.

Ia mengungkapkan situasi ekonomi yang tengah sulit saat ini sudah sangat mempengaruhi tingkat okupansi hotel di Batam. Sehingga banyak yang menjalani praktek banting harga agar dapat menarik minat wisman.”Hotel-hotel yang sudah buat promosi gencar jadi sia-sia karena kericuhan ini. Promosi destinasi pun jadi sia-sia,” jelasnya.

Denni hanya meminta agar pemerintah tegas mencari solusi selesaikan permasalahan ini. Kericuhan yang terjadi di Harbour Bay kemarin sudah cukup menjadi pedoman pemerintah agar hal-hal seperti ini tak terjadi lagi kedepannya.

Sedangkan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kepri, Tupa Simanjuntak mengatakan sudah saatnya pemerintah daerah cepat menentukan sikap terkait polemik tersebut.

“Disamping itu, masyarakat juga jangan ikut-ikutan memviralkan isu kericuhan ini ke media sosial. Kita sebenarnya harus memperkenalkan bahwa Batam itu orangnya ramah dan sopan santun. Kembali ke zaman dulu lah,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi niat Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan BP Batam yang gencar mengembangkan pariwisata di Batam.

“Tapi jika ingin membuat event, maka buatlah event yang meningkatkan kunjungan wisman, bukan hanya untuk menghibur masyarakat Batam saja,” sarannya.(leo)

Respon Anda?

komentar